BANYUWANGI – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, mengungkap tiga alasan utama Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai instrumen pemerataan ekonomi hingga tingkat desa dan kelurahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat menghadiri peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Rabu (22/7/2026), di hadapan ratusan kepala desa.
Menurut Qodari, alasan pertama didasarkan pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
“Yang pertama adalah bahwa memang koperasi ini sesungguhnya merupakan amanah dari konstitusi kita. Khususnya Pasal 33 Ayat 1 yang bunyinya, perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.”
Ia menjelaskan seluruh ekosistem Kopdes/Kel Merah Putih, mulai dari anggota, pengurus, pengawas, hingga pembagian sisa hasil usaha (SHU), dikelola oleh masyarakat desa. Berbeda dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), aset koperasi tersebut menjadi milik desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Alasan kedua, kata Qodari, adalah keinginan Presiden Prabowo untuk menciptakan pemerataan ekonomi nasional melalui penguatan koperasi. Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah keluarga Prabowo yang memiliki kedekatan dengan gerakan koperasi di Indonesia.
“Poin berikutnya, Pak Prabowo ingin agar ekonomi Indonesia itu lebih merata.”
Sementara itu, alasan ketiga adalah menjadikan Kopdes/Kel Merah Putih sebagai instrumen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarmasyarakat.
“Jadi tujuan dari Koperasi Merah Putih ini sangat mulia.”
Qodari menyebutkan hingga saat ini telah berdiri sekitar 16.000 bangunan Kopdes/Kel Merah Putih, sedangkan sekitar 19.000 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan. Dengan demikian, sebanyak 35.000 koperasi ditargetkan berdiri sepanjang 2026, sementara sisa target akan diselesaikan pada tahun berikutnya.
Ia juga membandingkan percepatan pembangunan koperasi saat ini dengan jumlah koperasi yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
“Tapi Pak Harto yang begitu kuatnya, dalam waktu 30 tahun berkuasa, hanya bisa membangun sekitar 4.000 (koperasi) saja. Ini Pak Prabowo, dalam waktu 1 tahun sudah mau bangun 35.000. Hebat enggak, Bapak/Ibu sekalian? Luar biasa!”
Ke depan, Kopdes/Kel Merah Putih diproyeksikan menyediakan layanan simpan pinjam berbunga rendah, memperkuat kegiatan ekonomi desa, serta menjadi pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar perputaran ekonomi masyarakat semakin stabil dan kesejahteraan warga meningkat, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis (23/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara