BELITUNG TIMUR – Agrowisata Sawah Nujau Hijau di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kepulauan Bangka Belitung, tidak hanya menjadi destinasi wisata pedesaan, tetapi juga mendorong kebangkitan lahan pertanian warga. Keberadaan kawasan wisata sawah seluas 1,8 hektare itu memicu masyarakat kembali mengelola lahan yang sebelumnya terbengkalai.
Pengembangan kawasan tersebut membuat sejumlah lahan di sekitar area wisata mulai dibersihkan dan kembali ditanami padi oleh masyarakat. Salah satunya lahan seluas sekitar tiga hektare yang kini mulai digarap secara intensif oleh warga setempat.
Kepala Desa (Kades) Gantung Arief Kusmaryadi mengatakan keberadaan Sawah Nujau Hijau membuka peluang baru bagi sektor pertanian sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, lahan di samping itu sekitar 3 hektare sekarang mulai digarap kembali oleh warga setelah sebelumnya bertahun-tahun telantar jadi semak belukar,” ujar Arief sebagaimana dilansir Bangka Pos, Minggu (19/07/2026).
Menurut Arief, kawasan wisata tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan pertanian padi sawah memiliki potensi besar apabila dilakukan secara serius dan terencana. Wisata menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali potensi pertanian lokal kepada masyarakat luas.
“Ini membuktikan bahwa program pertanian, khususnya padi sawah, sebetulnya sangat potensial jika kita garap dengan serius di Belitung Timur,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pengelola Sawah Nujau Hijau saat ini fokus menjaga keseimbangan antara peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan keberlanjutan produksi pertanian. Dalam waktu dekat, pengelola menargetkan produksi gabah kering dapat dipertahankan minimal delapan ton atau meningkat dibandingkan musim sebelumnya.
“Jangka pendek kami fokus mendongkrak kunjungan agar stabil, serta memastikan produksi gabah kering kami bisa bertahan minimal 8 ton atau bahkan lebih dari musim lalu,” kata Arief.
Selain mempertahankan aktivitas wisata siang hari, pengelola juga menyiapkan konsep wisata malam dengan menghadirkan penerangan dan fasilitas pendukung bagi pengunjung. Rencana tersebut akan dilakukan setelah jaringan listrik masuk ke kawasan persawahan.
“Untuk jangka panjang, kami berencana menambah instrumen wisata malam. Dalam waktu dekat, jika tidak ada halangan, jaringan listrik PLN akan segera masuk ke kawasan sawah ini,” ungkapnya.
Arief menyebut, koordinasi telah dilakukan bersama pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membahas kesiapan teknis pemasangan jaringan listrik. Rencananya, sekitar 15 titik pelanggan baru akan mendapatkan aliran listrik, termasuk area utama agrowisata.
“Kami sudah mengadakan pertemuan langsung dengan pihak PLN di gazebo ini. Nanti akan ada sekitar 15 titik pelanggan baru yang teraliri arus listrik,” jelasnya.
Dengan tersedianya fasilitas listrik, kawasan Sawah Nujau Hijau nantinya dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata malam dengan tambahan lampu hias, jalur wisata yang lebih nyaman, serta fasilitas ekonomi kreatif seperti kedai kopi di area persawahan.
“Malam pun kita bisa buka wisata di sini. Kita bisa santai malam, nanti jalurnya kita tata. Koordinasi dengan PLN dan Pemkab Beltim sejauh ini sangat lancar,” pungkas Arief.
Pengembangan Agrowisata Sawah Nujau Hijau menunjukkan bahwa kawasan pedesaan dapat menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu konsep berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara