KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mendorong pengembangan wisata berbasis alam di kawasan pedesaan sebagai salah satu strategi meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan muncak bareng masyarakat di Puncak Songolikur, Desa Wisata Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan pendakian bersama yang digelar di kawasan Pegunungan Muria itu diikuti ratusan warga yang menjelajahi jalur menuju Puncak Songolikur dengan ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut (mdpl). Agenda tersebut menjadi bagian dari promosi potensi wisata alam Kudus dengan menggabungkan aktivitas olahraga, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan pengembangan destinasi wisata pegunungan tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi warga yang berada di sekitar kawasan wisata.
Menurutnya, masyarakat perlu menjaga keramahan kepada pengunjung serta mempertahankan kebersihan lingkungan agar kawasan wisata tetap memiliki daya tarik.
“Untuk mendukung destinasi wisata yang ada, dia berharap, warganya ramah terhadap wisatawan, termasuk yang naik gunung dan kebersihannya objek wisatanya juga harus dijaga dengan baik.”
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pelaku usaha lokal. Sulasmi, pemilik warung makan di Puncak Songolikur, mengaku keberadaan kegiatan pendakian bersama memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah pengunjung dan pendapatan pedagang.
“Biasanya, banyak pendaki saat malam suro karena banyak yang sowan ke petilasan di puncak pegunungan. Pendakinya tentu orang tua. Sedangkan saat akhir pekan anak-anak muda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi karena kegiatan Muncak Bareng Bupati Kudus membuat kawasan tersebut lebih ramai dikunjungi sehingga usaha warga ikut berkembang.
Pengelolaan wisata alam di Pegunungan Muria juga diarahkan agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah mengajak masyarakat dan wisatawan menjaga kawasan pegunungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Minggu (19/07/2026), kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah memperkenalkan potensi wisata Desa Wisata Rahtawu sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
Selain promosi wisata, dukungan fasilitas dan pelayanan bagi pengunjung menjadi bagian penting agar kawasan tersebut mampu berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah berharap sektor wisata alam dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar Pegunungan Muria. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara