TIMOR TENGAH SELATAN – Sebanyak 84 ibu rumah tangga yang terdiri atas ibu hamil dan ibu yang memiliki balita mengikuti edukasi pencegahan stunting yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan Nusa Tenggara Timur (NTT) Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (GENTASKIN) di Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak masa kehamilan.
Edukasi dilaksanakan di Balai Desa Netpala, Dusun I, serta Posyandu Dusun II. Di Dusun I, kegiatan diikuti 36 peserta yang terdiri atas empat ibu hamil dan 32 ibu balita, sedangkan di Dusun II dihadiri 48 peserta yang terdiri atas tiga ibu hamil dan 45 ibu balita. Selain penyuluhan, mahasiswa membagikan leaflet sebagai media edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan stunting.
Program KKNT GENTASKIN merupakan inisiatif Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Provinsi NTT. Pada pelaksanaan Batch II Tahun 2026, program tersebut melibatkan 41 perguruan tinggi dengan penempatan 100 tim mahasiswa di 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten.
Tim KKNT GENTASKIN Desa Netpala beranggotakan 18 mahasiswa dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Citra Bangsa, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, Universitas Kristen Artha Wacana, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang, dan Institut Pendidikan Soe. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu dan menjalankan pengabdian masyarakat sejak 9 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Materi edukasi disampaikan oleh Theresia Edit Ayu dari Program Studi Keperawatan STIKES Maranatha Kupang dan Yohana Vicente dari Program Studi Kebidanan Universitas Citra Bangsa Kupang. Keduanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, serta langkah pencegahan stunting sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga didukung kader posyandu di masing-masing dusun.
Bidan Puskesmas Kapan, Imelda Lay, mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena melalui Posyandu kita dapat mengetahui apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak, memantau pertumbuhan berat badan, serta memastikan anak usia 0 hingga 9 bulan memperoleh imunisasi sesuai jadwal,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta, termasuk sejumlah suami yang turut mendampingi keluarga selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan pola pengasuhan dan pemenuhan gizi yang tepat sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting, sebagaimana diberitakan Warta Nusantara, Senin (20/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara