Sedekah Bumi Pohkumbang Perkuat Budaya dan Kebersamaan Masyarakat

KEBUMEN – Tradisi Barit Desa di Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, kembali menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen. Ribuan warga memadati pelataran Kantor Desa Pohkumbang pada Sabtu (11/7/2026) untuk mengikuti rangkaian sedekah bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Perayaan yang rutin digelar setiap bulan Muharam tersebut tidak hanya mempertahankan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga mempererat kebersamaan warga melalui berbagai kegiatan sosial dan hiburan tradisional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut. Apresiasi disampaikan Bupati Kebumen melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Kebumen, Frans Haidar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kebumen, beliau Ibu Bupati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pohkumbang, panitia, dan seluruh masyarakat yang terus melestarikan tradisi Barit,” katanya.

Menurut Frans, Barit Desa bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga identitas budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Selain prosesi sedekah bumi, panitia juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Barit Desa setiap tahunnya.

Suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional calung dan lengger yang mendapat sambutan antusias masyarakat. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi media pelestarian seni budaya khas Kebumen.

Ketua Panitia Barit Desa Pohkumbang, Feri, menjelaskan tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang terus memberikan manfaat bagi warga desa.

“Kita rasa syukur kita diberikan sampai hari ini untuk pertanian khususnya di Desa Pohkumbang masih diberikan panen yang cukup untuk kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Sedekah bumi di sini Barit Desa namanya,” ujarnya.

Feri menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan tenaga maupun dana demi menyukseskan tradisi tahunan tersebut.

Informasi mengenai pelaksanaan Barit Desa ini sebagaimana diberitakan Banyumas Ekspres, Selasa (14/07/2026). Tradisi tersebut diharapkan terus menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat identitas Desa Pohkumbang sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tradisi Guar Bumi, Wujud Syukur Warga Desa Mindi atas Hasil Bumi

PDF 📄MAJALENGKA – Pelestarian tradisi leluhur dan penguatan kebersamaan warga menjadi pesan utama dalam perayaan …

Bupati Bone Ajak Warga Lestarikan Budaya dan Perhatikan Pendidikan

PDF 📄BONE – Pelestarian tradisi lokal dan penguatan kebersamaan masyarakat menjadi bagian utama Pesta Rakyat …

Perpustakaan Desa Dilibatkan dalam Festival Literasi Banggai 2026

PDF 📄BANGGAI – Perpustakaan desa mendapat kesempatan berpartisipasi dalam Festival Literasi yang dijadwalkan berlangsung pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *