Pengamanan Tradisi Meprani Libatkan Polri, TNI, dan Pecalang di Gianyar

GIANYAR – Sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pecalang berhasil menjaga kelancaran pelaksanaan tradisi Meprani yang menjadi rangkaian Piodalan di Pura Puseh dan Pura Desa, Desa Adat Bitera, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (11/7/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan prosesi adat berlangsung aman, tertib, dan lancar sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Kegiatan pengamanan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera dari Polsek Gianyar, Babinsa Kelurahan Bitera, serta Pecalang Desa Adat Bitera. Sekitar 500 krama Banjar Roban mengikuti prosesi Meprani yang dimulai dari Balai Banjar Roban menuju Pura Puseh dan Pura Desa melalui Jalan Mahendradata.

Prosesi adat diikuti ratusan warga, khususnya ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banjar Roban, yang mengusung banten prani serta diiringi berbagai sarana upacara seperti tedung, lelontek, tombak, dan alunan gamelan baleganjur. Kehadiran aparat difokuskan pada pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur yang dilalui iring-iringan guna menghindari kemacetan maupun gangguan keamanan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gianyar I Made Adi Suryawan mengatakan kehadiran aparat merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam mendukung kelancaran kegiatan adat. “Kehadiran personel Polri bersama TNI dan Pecalang merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar setiap kegiatan adat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergitas yang terjalin dengan baik ini menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Gianyar,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Patroli 86, Minggu (12/07/2026).

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, TNI, Pecalang, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keamanan setiap pelaksanaan kegiatan adat maupun keagamaan di wilayah Gianyar. Berkat koordinasi yang baik, seluruh rangkaian tradisi Meprani berlangsung khidmat tanpa hambatan berarti.

Pengamanan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sehingga pelaksanaan tradisi adat di Bali tetap terjaga, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Senyum Anak Desa Sade Kembali, Bantuan Sekolah Disalurkan Pascakebakaran

PDF 📄NUSA TENGGARA BARAT – Dukungan untuk anak-anak korban kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten …

Rumah Adat Sade Akan Dibangun Lagi, Keselamatan Jadi Perhatian

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Warga Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menyusun …

Tirakatan Perdana di Desa Klitih Jadi Momentum Pererat Warga

PDF 📄JAWA TENGAH – Warga RT 04 dan RT 05 RW 01 Desa Klitih, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *