Sampah hingga Vegetasi Lokal Jadi Fokus Pelestarian Kawasan Tengger

PROBOLINGGO – Pelestarian kawasan Tengger diperkuat melalui pembinaan kelembagaan masyarakat hukum adat yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Sukapura, Selasa (7/7/2026), tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri atas kepala desa se-Kecamatan Sukapura, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan penguatan kelembagaan masyarakat hukum adat menjadi langkah penting agar masyarakat Tengger memiliki kapasitas lebih besar dalam menjaga sumber daya alam yang selama ini menjadi bagian dari identitas dan kehidupan mereka.

“Masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan kelembagaan agar upaya pelestarian alam dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya sebagaimana diberitakan Media Kampung, Rabu, (08/07/2026).

Dalam kegiatan tersebut, DLH Probolinggo juga menyoroti pentingnya menjaga vegetasi asli kawasan Tengger yang mulai menghadapi ancaman akibat masuknya tanaman invasif dari luar wilayah. Vegetasi lokal dinilai tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat adat Tengger.

Selain konservasi lingkungan, pemerintah daerah juga akan memperkuat pengelolaan sampah di Kecamatan Sukapura melalui sistem registrasi pelayanan sampah berbasis rumah tangga. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Roby berharap kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta masyarakat hukum adat terus ditingkatkan agar kelestarian kawasan Tengger dan kesejahteraan warga dapat berjalan secara beriringan.

Para peserta pembinaan juga memperoleh materi mengenai penguatan kelembagaan masyarakat hukum adat, pelestarian lingkungan, serta konservasi sumber daya air sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem kawasan Tengger. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tradisi Ujungan Jadi Ikhtiar Desa Gumelem Wetan Hadapi Kemarau

PDF đź“„Desa Gumelem Wetan kembali menjadi ruang pelestarian tradisi Ujungan yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus …

Desa Jiporapah Perkuat Warga Dusun Terpencil lewat Tradisi dan Infrastruktur

PDF đź“„Pemerintah Desa Jiporapah mempertahankan kebersamaan warga Dusun Kedung Dendeng melalui pelestarian tradisi sekaligus dukungan …

Lima Warga Jadi Pengrajin, Batik Dorong Potensi Ekonomi Desa Jalatrang

PDF đź“„Desa Jalatrang, Ciamis, mengembangkan batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *