Mengenal Wae Rebo, Desa Adat dengan Mbaru Niang Ikonik di NTT

MANGGARAI – Desa Adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan Indonesia berkat keberhasilan masyarakatnya mempertahankan warisan adat, arsitektur tradisional, serta kehidupan yang selaras dengan alam.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo dikenal memiliki tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang. Bangunan tradisional tersebut memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Dunia dari UNESCO pada Agustus 2012, sebagaimana diberitakan Suara Flores, Rabu (08/07/2026).

Selain menjadi daya tarik wisata, Mbaru Niang juga menyimpan nilai sejarah yang kuat. Secara etimologis, kata “Wae” dalam bahasa Manggarai berarti air. Penulisan resmi nama desa tersebut adalah Waerebo dalam satu kata.

Berdasarkan cerita turun-temurun masyarakat setempat, desa yang diperkirakan telah berusia sekitar 1.200 tahun itu kini memasuki generasi ke-20. Leluhur masyarakat Waerebo diyakini berasal dari Minangkabau, yakni Empo Maro, yang menetap di kawasan tersebut setelah melakukan perjalanan panjang dari Sumatera melalui Gowa, Sulawesi, sebelum akhirnya membangun permukiman bersama keluarganya.

Keaslian budaya masyarakat Waerebo masih terjaga hingga kini. Sebanyak 44 keluarga yang menghuni desa tersebut menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dengan komoditas utama kopi, cengkih, serta berbagai jenis umbi-umbian.

Perempuan di Waerebo juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Selain mengurus rumah tangga dan mengasuh anak, mereka aktif menenun kain tradisional sekaligus membantu aktivitas pertanian.

Masyarakat Waerebo turut mempertahankan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Kebutuhan air bersih dipenuhi dari mata air pegunungan yang dikenal sebagai sosor, yang dibedakan menjadi sumber air bagi pria dan sumber air bagi perempuan sesuai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Perpaduan antara kekayaan budaya, sejarah panjang, arsitektur tradisional, serta kehidupan masyarakat yang tetap menjaga nilai-nilai leluhur menjadikan Waerebo sebagai salah satu desa adat yang berperan penting dalam pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus destinasi wisata budaya yang dikenal hingga mancanegara. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tradisi Ujungan Jadi Ikhtiar Desa Gumelem Wetan Hadapi Kemarau

PDF 📄Desa Gumelem Wetan kembali menjadi ruang pelestarian tradisi Ujungan yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus …

Desa Jiporapah Perkuat Warga Dusun Terpencil lewat Tradisi dan Infrastruktur

PDF 📄Pemerintah Desa Jiporapah mempertahankan kebersamaan warga Dusun Kedung Dendeng melalui pelestarian tradisi sekaligus dukungan …

Lima Warga Jadi Pengrajin, Batik Dorong Potensi Ekonomi Desa Jalatrang

PDF 📄Desa Jalatrang, Ciamis, mengembangkan batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *