Desa Pesisir Jadi Fokus, Pemerintah Bangun 1.269 Kampung Nelayan Modern

JAKARTA Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah pada 2026 sebagai langkah mempercepat transformasi desa-desa pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas akses pasar melalui pembangunan infrastruktur dan modernisasi sektor perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan perlu dimulai dari desa pesisir yang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih salah satu strategi mentransformasi desa nelayan menjadi kawasan yang produktif dan modern,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026), sebagaimana diwartakan Rakyat Merdeka, Jumat (03/07/2026).

Program KNMP telah diuji coba di Kampung Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, sejak 2023. Hasil pelaksanaannya menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, ditandai dengan kenaikan nilai tukar nelayan menjadi 113,2, peningkatan penjualan ikan sebesar 47 persen, produksi tangkapan naik 103 persen, serta pendapatan nelayan meningkat hingga 78 persen.

Selain itu, distribusi hasil perikanan semakin luas hingga menjangkau Bitung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya dengan total pengiriman mencapai 295 ton. Sebagian besar hasil produksi bahkan telah dipasarkan ke luar negeri.

“Dulu penjualannya hanya di pasar lokal, sekarang hampir 90 persen sudah ekspor. Ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir dengan proyeksi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 hingga 16,2 persen,” ungkapnya.

Pemerintah mengembangkan KNMP melalui tiga tahapan, yakni peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, dan keberlanjutan. Pada tahap akhir, masyarakat pesisir didorong mengembangkan usaha budi daya laut agar tidak hanya bergantung pada penangkapan ikan.

Model bisnis KNMP juga disusun untuk memberikan dukungan pembiayaan, fasilitas operasional, serta akses pasar domestik maupun ekspor. Saat ini, sebanyak 65 KNMP sedang menjalani proses transformasi operasional.

Menurut Trenggono, pengembangan KNMP merupakan bagian dari implementasi kebijakan ekonomi biru yang mendukung pemerataan ekonomi. Program tersebut juga didukung berbagai kebijakan prioritas, seperti perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budi daya berkelanjutan, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengendalian sampah plastik di laut.

Untuk memperkuat daya saing sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 50 kapal perikanan modern hingga akhir 2026 sebagai tahap awal dari target 1.582 kapal yang akan direalisasikan secara bertahap hingga 2028. Sebanyak 1.000 unit di antaranya merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan mendukung aktivitas ekonomi KNMP.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini 50 unit kapal dapat diselesaikan. Selanjutnya hingga akhir 2028, sebanyak 1.582 kapal bisa rampung,” tuturnya.

Ia menambahkan, modernisasi armada diperlukan karena sebagian besar kapal nelayan di Indonesia masih berbahan kayu sehingga kualitas hasil tangkapan belum mampu memenuhi standar pasar internasional.

“Modernisasi sulit dilakukan jika hanya mengandalkan nelayan. Karena itu, Pemerintah harus menginisiasi pembangunan kapal baja berteknologi modern agar kualitas hasil tangkapan meningkat,” kata Trenggono.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah kini memfokuskan upaya pada pencapaian swasembada protein ikan setelah target swasembada karbohidrat dinilai telah tercapai.

“Tahun ini fokusnya adalah protein ikan, baik dari perikanan tangkap maupun budi daya,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas ini.

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor perikanan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pesisir. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF đź“„LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Gotong Royong dan Pelayanan Publik Jadi Fokus Penutupan BBGRM Landak

PDF đź“„LANDAK – Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tahun 2026 di Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *