BANYUWANGI – Pengembangan Desa Sejahtera Astra Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Melalui pembinaan PT Astra International Tbk, program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dengan memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis budaya Osing.
Pengembangan desa tersebut berhasil memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama desa wisata. Saat ini terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata sekaligus pelestarian budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sebagaimana diberitakan Teropong News, Jumat (03/07/2026).
“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Program pembinaan dilaksanakan secara menyeluruh sesuai kebutuhan masyarakat. Pada sektor kesehatan, Astra mendukung peningkatan layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi warga.
Di bidang pendidikan, perusahaan memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, dukungan kegiatan pembelajaran, dan pengenalan budaya Osing kepada generasi muda agar tradisi lokal tetap terjaga.
Seiring meningkatnya aktivitas wisata, pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian. Pendampingan dilakukan melalui pengelolaan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengolahan sampah dan kompos.
Pada sektor kewirausahaan, Astra memperkuat pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui peningkatan sarana pendukung wisata, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas Pokdarwis, pengembangan homestay, serta promosi wisata budaya Osing sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.
Keberhasilan menjaga budaya sekaligus mengembangkan potensi desa turut mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Sejak 2019, Desa Sejahtera Astra Kemiren meraih berbagai penghargaan, di antaranya Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam program The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.
Selain mengembangkan Desa Sejahtera Astra Kemiren, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga membina kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo. Pendampingan bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU) mencakup penguatan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, hingga fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan.
Program tersebut menghasilkan peningkatan produksi buah naga dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Omzet kelompok tani juga meningkat dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama. Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga diekspor ke Singapura dan Hong Kong. Astra berharap pengembangan desa berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat dapat terus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara