GROBOGAN – Ratusan warga Desa Kemadohbatur, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan (Grobogan), Jawa Tengah (Jateng), mengembalikan bantuan minyak goreng merek Minyakita ke balai desa setelah mengeluhkan aroma menyengat menyerupai solar. Keluhan tersebut mendorong pihak Perum Bulog melakukan penarikan produk dan menyiapkan penggantian minyak goreng bagi penerima bantuan.
Minyakita yang dipermasalahkan merupakan bagian dari bantuan pangan yang disalurkan bersama Cadangan Beras Pemerintah (CBP) medium kepada 633 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Kemadohbatur. Sejumlah warga mengaku minyak goreng tersebut memiliki warna keruh, menimbulkan bau menyengat saat dipanaskan, bahkan memengaruhi cita rasa makanan.
Warga Desa Kemadohbatur, Lasiyem (45), mengaku kualitas minyak goreng yang diterimanya berbeda dengan bantuan sebelumnya. “Warnanya keruh dan saat dimasak baunya solar,” kata Lasiyem, sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (30/06/2026). Karena kecewa, ia memilih memusnahkan minyak goreng tersebut. “Saya tuang dan bakar saja minyak gorengnya. Parah ini, padahal bantuan sebelumnya normal,” tegas Lasiyem.
Keluhan serupa disampaikan Nyami (65). Ia memutuskan membuang dua kemasan Minyakita karena khawatir membahayakan kesehatan keluarganya. “Aneh rasanya, tumis kangkung jadi pahit, tidak enak. Bau solar bikin pusing. Takut keracunan ya saya buang,” kata Nyami.
Sementara itu, Siti Aminah (60) mengaku sempat menggunakan salah satu kemasan Minyakita untuk menggoreng makanan. Namun, keluarganya langsung merasakan kejanggalan setelah mengonsumsi hasil masakan tersebut. “Nah cucu saya merengek dan bilang jika rasa tahu gorengnya tidak enak. Setelah saya coba kok gatal di tenggorokan. Setelah itu minyak gorengnya saya simpan dan tidak saya pakai lagi,” ujarnya.
Kepala Desa (Kades) Kemadohbatur, Ignatius Gebyar Adi Winarno, mengatakan bantuan tersebut diterima warga pada pekan lalu. Menurutnya, keluhan mulai bermunculan setelah warga menggunakan minyak goreng untuk memasak. Ia memastikan sebagian besar Minyakita yang dikeluhkan sudah ditarik oleh Bulog pada Selasa (30/6). “Hari ini Selasa sudah diambil pihak Bulog dan akan diganti,” pungkas Adi.
Menindaklanjuti laporan warga, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan produsen Minyakita, PT KMR, untuk melakukan inventarisasi serta penarikan produk yang diduga bermasalah. “Adanya keluhan masyarakat tersebut, kita sudah mendapatkan info dari wilayah lain, kita langsung cek dan inventarisasi kemudian berkoordinasi dengan produsen Minyakita dari PT. KMR,” terang Rendy.
Ia menegaskan produsen bertanggung jawab melakukan penggantian seluruh produk dari batch yang diduga mengalami masalah kualitas. Selain itu, Bulog akan memperketat proses pemeriksaan terhadap produk dari pihak ketiga serta melakukan uji laboratorium terhadap minyak goreng yang dilaporkan berbau tidak normal. “Kedepan untuk meminimalisir adanya kejadian serupa, kita lakukan upaya pengecekan lebih ketat atas produk yang disediakan pihak ketiga. Kami juga akan lakukan uji lab atas produk yang terindikasi bau tidak normal,” kata Rendy. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara