GRESIK – Desa Wisata Giri Kuno di Kabupaten Gresik menjadi salah satu destinasi unggulan yang menawarkan perpaduan wisata sejarah, religi, dan edukasi melalui keberadaan Situs Giri Kedaton serta Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri”. Kawasan ini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak penyebaran Islam di Pulau Jawa sekaligus mengenal sejarah perkembangan Gresik dari masa ke masa.
Desa wisata tersebut menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berfokus pada ziarah ke Makam Sunan Giri, tetapi juga memperkenalkan warisan sejarah yang memiliki nilai budaya dan pendidikan tinggi. Sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (26/06/2026), dua destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di kawasan ini adalah Giri Kedaton dan Museum Sunan Giri.
Giri Kedaton merupakan situs bersejarah yang didirikan Sunan Giri atau Raden Paku pada 1487. Pada awal berdirinya, kawasan tersebut berfungsi sebagai pesantren sekaligus pusat penyebaran agama Islam di Gresik. Setelah Sunan Giri dipercaya memimpin pemerintahan dengan gelar Prabu Satmata, kawasan itu berkembang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Giri yang diteruskan oleh para penerusnya.
Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, pendirian Giri Kedaton bermula dari amanat Syekh Maulana Ishak kepada putranya, Sunan Giri. Setelah kembali dari Samudera Pasai, Sunan Giri diminta mencari lokasi yang memiliki karakter tanah serupa dengan segenggam tanah yang dibawanya hingga akhirnya menemukan kawasan yang kini dikenal sebagai Giri Kedaton.
Saat ini, pengunjung masih dapat menyaksikan sisa-sisa bangunan kuno berupa struktur teras berundak yang menjadi ciri khas kompleks tersebut. Dari tujuh teras yang diperkirakan pernah ada, arkeolog telah menemukan lima teras. Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga menawarkan panorama Kota Gresik dari ketinggian dengan suasana yang masih asri dan rindang.
Di dalam kompleks Giri Kedaton terdapat makam Raden Supeno, putra Sunan Giri, serta makam Empu Supo yang dikenal sebagai pembuat keris Sunan Giri. Keberadaan situs-situs tersebut menambah daya tarik wisata religi dan sejarah bagi para pengunjung.
Tidak jauh dari Giri Kedaton, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Museum Daerah Kabupaten (Kab.) Gresik “Sunan Giri”. Museum yang diresmikan pada 9 Maret 2002 itu menyimpan berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah Gresik sejak masa Hindu-Buddha, perkembangan Islam, era kolonial, hingga Indonesia modern.
Pembangunan museum tersebut bertujuan melestarikan berbagai benda bersejarah yang sebelumnya tersebar di sejumlah wilayah Gresik maupun masih berada di tangan masyarakat. Nama Sunan Giri dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Sejak 2017, Museum Sunan Giri menempati bangunan baru di Kompleks Makam Sunan Giri, Jalan Sunan Giri Nomor 2A, Kecamatan Kebomas. Lokasinya yang berdekatan dengan situs ziarah dan Giri Kedaton memudahkan wisatawan menikmati rangkaian wisata sejarah dan religi dalam satu kawasan.
Keberadaan Giri Kedaton dan Museum Sunan Giri memperkuat posisi Desa Wisata Giri Kuno sebagai destinasi yang menggabungkan nilai sejarah, budaya, pendidikan, dan religi. Kawasan ini diharapkan terus menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian warisan budaya bagi generasi mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara