Potensi 62 Desa Wisata Sukabumi Dibidik Tingkatkan Kesejahteraan Warga

SUKABUMI Pengembangan potensi desa wisata di Kabupaten Sukabumi terus didorong sebagai strategi meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi melalui Komisi I menyatakan dukungan terhadap pembinaan dan penguatan kapasitas desa-desa yang memiliki potensi wisata agar mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat kerja bersama sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan pada Kamis (11/6/2026) untuk membahas langkah pengembangan potensi desa. Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pariwisata (Dispar), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Forum Desa Wisata, serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, mengungkapkan hasil pendataan terbaru menunjukkan terdapat sekitar 62 desa yang memiliki potensi wisata alam maupun budaya. Namun, dari jumlah tersebut baru 30 desa dan satu kelurahan yang dinilai siap untuk dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, pengembangan desa wisata harus dilakukan secara menyeluruh dengan membangun ekosistem yang menghubungkan objek wisata, budaya lokal, kuliner khas, penginapan, transportasi hingga produk usaha kecil masyarakat.

“Ada sekitar 62 desa yang memiliki potensi objek wisata alam dan budaya, namun hasil dari pendataan terbaru oleh Tim Dispar dan DPMD, desa yang memiliki kesiapan untuk dikembangkan baru ada 30 desa dan 1 kelurahan,” ungkap Iwan.

Ia menilai potensi desa merupakan aset yang dapat menjadi daya tarik wisata apabila dikelola secara terintegrasi dan profesional.

“Potensi desa ini karunia Allah SWT yang harus kita kelola secara baik agar menjadi magnet daya tarik wisatawan. Saya berharap desa mampu mendesain potensi menjadi ekosistem wisata. Para wisatawan nantinya tidak hanya terkesan oleh objek wisata alamnya, tapi juga menikmati objek wisata budayanya, kuliner makanan khasnya, pondok-pondok penginapannya, fasilitas transportasinya, termasuk objek wisata mengenal kegiatan pengrajin UKM masyarakatnya sebagai souvenir yang berkesan,” paparnya.

DPRD Kabupaten Sukabumi juga meminta perangkat daerah terkait untuk meningkatkan pembinaan terhadap desa-desa wisata agar tata kelola destinasi semakin baik dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, sebagaimana diberitakan Sukabumiupdate, Jumat, (12/06/2026).

“Saya dari Komisi I sangat mendukung dinas terkait bisa lebih maksimal dalam melakukan pembinaannya sehingga desa-desa tersebut semakin dapat meningkat profesional dalam mengelola wisata. InsyaAllah pada ujungnya nanti akan berbuah PADes yang lebih besar untuk kesejahteraan warganya. Aamiin,” pungkasnya.

Dukungan legislatif tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan desa wisata di Sukabumi sehingga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Penglipuran Tawarkan Wisata Desa dan Budaya Bali

PDF 📄BANGLI – Desa Adat Penglipuran di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, menawarkan pengalaman wisata …

Evakuasi WNA Australia di Kelingking Terkendala Medan dan Gelombang

PDF 📄KLUNGKUNG – Proses evakuasi warga negara asing (WNA) asal Australia yang meninggal setelah jatuh …

Nilai 93,83 Antar Bilebante Jadi Juara Desa Berprestasi NTB

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, meraih nilai 93,83 dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *