MANGGARAI – Kehadiran Jembatan Garuda di Kecamatan Reok diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan peningkatan akses pendidikan masyarakat setelah infrastruktur yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2025 itu resmi difungsikan.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Pong, Kampung Rabo, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai (Manggarai), Nusa Tenggara Timur (NTT), diresmikan pada Selasa (9/6/2026). Peresmian dilakukan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Piek Budyakto bersama Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Manggarai.
Infrastruktur tersebut dibangun oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1612/Manggarai melalui program TMMD 2025 sebagai upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Reok.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang turut disaksikan Komandan Resor Militer (Danrem) 161/Wira Sakti Hendro Cahyono serta jajaran Forkopimda Manggarai.
Dalam sambutannya, Piek Budyakto menegaskan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga sarana untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Piek sebagaimana diberitakan Flores Editorial, Rabu (10/06/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama warga di Reok dan wilayah sekitarnya.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, jembatan tersebut juga meningkatkan keselamatan masyarakat, terutama pelajar yang sebelumnya harus menghadapi risiko saat menyeberangi Sungai Pong pada musim hujan. Dengan akses permanen yang tersedia, mobilitas menuju sekolah dan berbagai layanan publik menjadi lebih mudah.
Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam menghadirkan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun mengharapkan akses penyeberangan yang aman dan layak,” kata Herybertus.
Usai peresmian, Pangdam IX/Udayana menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan bingkisan kepada masyarakat serta anak-anak berprestasi di wilayah tersebut.
Rangkaian kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Salama, Kecamatan Reok. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat penguatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu bukti kolaborasi pemerintah dan TNI dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya melalui penyediaan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pendidikan yang lebih luas. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara