Desa Belantih Jadi Fokus Konservasi, 2.000 Bibit Pohon Ditanam

BANGLI Upaya menjaga keberlanjutan sumber mata air di Desa Belantih mendapat dukungan melalui penanaman 2.000 bibit pohon yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Kegiatan konservasi tersebut difokuskan pada kawasan tangkapan air yang memiliki peran penting bagi kebutuhan air bersih dan sektor pertanian warga.

Program yang digagas Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu dilaksanakan di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (Bangli), Bali, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 pada Sabtu (6/6/2026).

Sebanyak 120 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, organisasi kepemudaan, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Penanaman dilakukan di sejumlah titik strategis, meliputi kawasan Pura Taman, Pura Bunsana, Kayehan Lami, serta lahan pertanian milik warga. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi daerah penting bagi keberlangsungan sumber mata air di wilayah setempat.

Ketua pelaksana kegiatan I Wayan Mudana menjelaskan bahwa perlindungan kawasan hulu merupakan langkah penting dalam menjaga ketersediaan air dan keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Menurutnya, kawasan hulu memiliki fungsi vital sebagai penyedia air bagi kebutuhan rumah tangga, pertanian, kegiatan keagamaan, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Program ini memperoleh dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, serta bantuan bibit dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar.

Kepala Desa (Kades) Belantih I Nengah Wardana mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai sumber mata air di desanya memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Bangli I Wayan Sarma yang mewakili Wakil Bupati (Wabup) Bangli menegaskan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam di tengah tantangan perubahan iklim.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat desa dalam menjaga sumber daya alam yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan, sebagaimana diwartakan Media Kampung, Selasa (09/06/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pontianak Datangkan 1 Juta Liter Air Tawar Hadapi Krisis Air Baku

PDF 📄PONTIANAK – Krisis air baku di Kota Pontianak mendorong pemerintah daerah mengambil pasokan air …

2.379 Rumah Terdampak Gempa Sigi Masuk Data Bantuan Tahap Ketiga

PDF 📄SIGI – Ketepatan data menjadi salah satu penentu penyaluran bantuan tahap ketiga bagi warga …

BMKG: Kesadaran Warga Jadi Benteng Pertama Hadapi Tsunami

PDF 📄JAKARTA – Kecepatan masyarakat melakukan evakuasi menjadi faktor penting dalam mencegah korban jiwa saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *