TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 sebagai momentum memperkuat kemandirian daerah melalui percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pembentukan desa-desa persiapan guna mendukung pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan tema HUT ke-18 KLU, “Kabupaten Lombok Utara Menuju Kemandirian”, menjadi pengingat bahwa perjalanan 18 tahun merupakan proses panjang membangun fondasi daerah yang mandiri dan berdaya saing. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Utara, Senin (20/7/2026), sebagaimana diberitakan Suara Ntb, Selasa (21/07/2026).
Menurut Najmul, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Angka kemiskinan turun dari 43,12 persen saat awal pemekaran menjadi 20,74 persen pada 2026. Selain itu, Kabupaten Lombok Utara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk ke-12 kali berturut-turut.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KLU juga meningkat menjadi 69,63, sementara prevalensi stunting tercatat 12,9 persen pada triwulan pertama 2026. Najmul menilai capaian tersebut menunjukkan arah pembangunan daerah berjalan sesuai target.
Di bidang infrastruktur, pembangunan Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara dinilai memberikan manfaat sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemkab KLU juga menyiapkan program strategis untuk menjadikan Lombok Utara sebagai pusat pengembangan kurma tropis di Indonesia melalui riset, pendidikan, inovasi, wisata agro, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah daerah sudah menyerahkan Peraturan Bupati tentang pembentukan 26 desa persiapan yang berasal dari 22 desa induk sebagai langkah mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik,” tegasnya.
Pembentukan desa persiapan tersebut ditujukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan wilayah.
Najmul mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
“Kabupaten Lombok Utara akan terus tumbuh menjadi daerah yang semakin mandiri, maju, tangguh, serta mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” demikian Najmul.
Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Utara Agus Jasmani mengatakan peringatan HUT ke-18 menjadi momentum refleksi atas perjuangan pembentukan Kabupaten Lombok Utara yang resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008.
Menurut Agus, pemekaran daerah bertujuan mempercepat pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari sekitar Rp6,8 miliar saat awal berdiri menjadi lebih dari Rp350 miliar pada usia ke-18 tahun. Namun, peningkatan infrastruktur, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan publik masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara