SAMBAS – Upaya mengembalikan kejayaan jeruk khas Kecamatan Tebas mendapat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli. Program yang dijalankan di Desa Sejiram itu difokuskan pada pengembangan bibit jeruk bersertifikasi dan perluasan area tanam guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.
Program bertajuk “Petani Hebat, Jeruk Sejiram Berdaya Saing” tersebut dilaksanakan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Sejiram dan masyarakat setempat. Kegiatan resmi dijalankan pada Selasa (19/5/2026) sebagai langkah memperkuat komoditas unggulan Kabupaten Sambas.
Pengembangan dilakukan melalui pembangunan persemaian bibit jeruk bersertifikasi serta penyiapan empat titik lahan tanam dengan luas total sekitar 5.000 meter persegi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sejiram sekaligus Koordinator Program, Rudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sejak dimulai pada akhir April 2026.
“Alhamdulillah sejauh ini program berjalan lancar sejak dimulai akhir April lalu. Amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat Desa Sejiram. Kami optimistis program ini dapat membuka peluang kerja baru, terutama saat proses pemindahan bibit ke lahan penanaman dimulai pertengahan Juni mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi jeruk, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan keterampilan petani.
Kepala Desa (Kades) Sejiram, Hemdi, menilai program tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan Jeruk Sejiram sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing lebih luas di pasar.
“Kami sangat berterima kasih atas komitmen PLN. Harapan kami, kualitas hidup masyarakat meningkat dan Jeruk Sejiram mampu menjadi komoditas unggulan yang dikenal luas serta memiliki daya saing,” katanya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menegaskan bahwa program TJSL merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal.
“PLN ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Pengembangan Jeruk Sejiram memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi lokal apabila dikelola secara konsisten dan kolaboratif. Kami berharap masyarakat semakin terampil, kelembagaan pertanian desa semakin kuat, dan lahir produk unggulan yang mampu bersaing di pasar,” jelas Made.
Dukungan serupa disampaikan General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat (Kalbar), Maria G.I. Gunawan. Ia menegaskan penguatan sektor pertanian lokal menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“PLN berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan Jeruk Sejiram merupakan langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa berbasis potensi unggulan daerah,” ungkap Maria.
Ia menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami berharap program ini menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Jeruk Sambas sebagai produk unggulan daerah. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah desa, PLN ingin terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Kalbar,” tutupnya, sebagaimana dilansir Antara, Kamis, (21/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara