BARABAI – Kolaborasi antara Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Pandawan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Pandawan memperluas akses layanan keluarga berencana bagi masyarakat desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kegiatan bakti sosial pelayanan KB serentak yang digelar di Puskesmas Kambat Utara menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Pelayanan yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) itu menyasar peserta KB baru pasca persalinan, KB baru nonpasca persalinan, hingga peserta KB ulang. Program tersebut juga melibatkan penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta bidan desa yang tersebar di Kecamatan Pandawan.
Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Pandawan, Norlaila Yuliyanti, menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendekatkan layanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat desa.
“Pelayanan KB serentak momentum HUT ke-75 IBI di Kecamatan Pandawan membuktikan bahwa jika semua pihak bergerak bersama, maka akses KB berkualitas bisa didekatkan ke masyarakat,” katanya, sebagaimana diwartakan Antara, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, kolaborasi tersebut turut mendukung target penurunan stunting di HST. Saat ini Balai Penyuluhan KB Pandawan didukung empat penyuluh, dua tenaga administrasi, dan satu tenaga keamanan yang melayani 21 desa di Kecamatan Pandawan.
Ketua IBI Ranting Pandawan, Egi Wagiam, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang membuat pelayanan berjalan lancar dan menjangkau masyarakat hingga ke berbagai desa.
“Kami segenap bidan se-Kecamatan pandawan mengucapkan banyak-banyak terima kasih, atas partisipasi dan kerjasamanya semua pihak. Mudah-mudahan kedepan akan lebih banyak lagi peserta KB, terutama KB MKJP IUD,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kambat Utara, Khairunnisa, menegaskan pelayanan KB serentak tidak hanya berfokus pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Selain pelayanan kontrasepsi, peserta juga memperoleh edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan peran bidan dalam pendampingan kesehatan ibu serta anak.
“Kami dari Puskesmas Kambat Utara sangat mengapresiasi semangat kolaborasi ini, karena pelayanan KB tidak hanya bertujuan menekan angka kelahiran, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mendukung terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.
Data hingga 19 Mei 2026 menunjukkan layanan yang diberikan mencakup 96 akseptor pil KB, 46 akseptor suntik, lima akseptor implan satu batang, serta 17 akseptor implan dua batang. Rangkaian pelayanan dalam peringatan HUT ke-75 IBI dijadwalkan berlangsung hingga 22 Mei 2026.
Keberlanjutan program serupa diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga berencana sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di desa-desa wilayah Pandawan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara