BATANG – Meski belum resmi beroperasi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasekaran di Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah membuka usaha di sekitar kawasan koperasi dan menciptakan aktivitas ekonomi baru sebelum layanan koperasi berjalan penuh.
Keberadaan KDMP Pasekaran tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga sebagai ruang pengembangan usaha lokal yang mampu menggerakkan perekonomian desa. Kehadiran warung kopi, angkringan, dan usaha kecil lainnya menjadi tanda awal tumbuhnya pusat ekonomi baru di kawasan tersebut.
Kepala Desa (Kades) Pasekaran, Azizin, mengatakan berbagai persiapan operasional koperasi masih terus dilakukan, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, kendaraan distribusi, hingga proses rekrutmen petugas koperasi.
“Bangunannya sudah siap, kendaraan distribusi juga siap.”
“Tinggal menunggu pengiriman logistik kebutuhan yang nanti dijual di koperasi.”
“Sekarang masih proses rekrutmen manajer dan petugas yang dilakukan secara online,” kata Azizin, sebagaimana diberitakan Tribun Banyumas, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, pemerintah desa sengaja mendorong aktivitas ekonomi lebih awal agar kawasan koperasi tidak sepi sembari menunggu operasional resmi dimulai. Langkah tersebut dilakukan dengan menghadirkan usaha pendukung yang dapat menarik masyarakat untuk beraktivitas di sekitar lokasi koperasi.
“Tujuannya, supaya roda ekonomi di sekitar KDMP sudah bergerak lebih dulu.”
“Jadi, nanti warga bisa belanja kebutuhan di koperasi sambil menikmati kopi atau makan di angkringan,” jelasnya.
Azizin menambahkan konsep tersebut menjadi pembeda dibandingkan KDMP lainnya di Kabupaten Batang. Selain melayani kebutuhan pokok, kawasan koperasi juga dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus etalase produk-produk UMKM desa.
Untuk mendukung rencana tersebut, pengelola mulai menyiapkan pemasaran berbagai produk kopi dari sejumlah daerah yang nantinya akan dipasarkan melalui Warung Kopi Nusantara di area koperasi. Upaya itu diharapkan dapat memperluas akses pemasaran produk lokal dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.
Sementara itu, pengelola angkringan di kawasan KDMP, Slamet, mengaku mulai memperoleh tambahan penghasilan sejak membuka usaha di lokasi tersebut sekitar dua pekan terakhir.
“Alhamdulillah sekarang selain jualan kambing kurban, malam hari bisa jualan di angkringan.”
“Memang masih baru, jadi omzet sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per malam,” kata Slamet.
Ia berharap aktivitas ekonomi akan semakin meningkat setelah KDMP resmi beroperasi dan lebih banyak masyarakat berkunjung ke kawasan tersebut. Kehadiran koperasi dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Desa Pasekaran melalui kolaborasi antara koperasi dan UMKM lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara