Festival Keling Kumang Dorong Ekonomi dan Pelestarian Adat Dayak

SEKADAU – Keling Kumang Festival IV Tahun 2026 di Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau (Sekadau), Kalimantan Barat (Kalbar), menghadirkan sembilan perlombaan tradisional Dayak sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat lokal. Festival yang digelar di Taman Kelempiau itu juga diramaikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah.

Kegiatan yang diinisiasi Credit Union (CU) Keling Kumang tersebut resmi dibuka pada Kamis, 14 Mei 2026. Festival budaya tahunan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan adat dan tradisi Dayak di tengah perkembangan zaman.

Chief Executive Officer (CEO) CU Keling Kumang, Hilarius Gimawan, mengatakan Keling Kumang Festival telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat sejak pertama kali digelar pada 2023.

“Keling Kumang Festival ini sudah menginjak yang keempat sejak dimulai tahun 2023. Setiap tahun kita laksanakan sekitar Maret, April atau Mei, dan tahun ini dilaksanakan pada bulan Mei,” ujarnya.

Menurut Hilarius, pelaksanaan festival tahun ini berbeda karena dirangkaikan dengan kegiatan Iban Summit yang digelar tiga tahun sekali di Sekadau.

“Kalau Iban Summit kita laksanakan tiga tahun sekali, dan tahun ini bersamaan dengan Keling Kumang Festival,” katanya, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Jumat, (15/05/2026).

Dalam festival tersebut, panitia menggelar berbagai lomba budaya tradisional seperti nerapil, pangkak gasing, numbuk padi, lomba lagu Dayak, hingga lomba menangkap babi. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian pengunjung yakni pemilihan Bujang Keling dan Dara Kumang.

“Peserta pemilihan Bujang Keling dan Dara Kumang ada 23 orang, terdiri dari delapan calon bujang dan 15 calon dara kumang dari Landak, Sekadau, Sintang dan Melawi,” ungkapnya.

Hilarius menegaskan festival itu bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya Dayak agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

“Kita ingin budaya kita tidak hanya dikenang, tetapi harus dihidupkan, diwariskan dan dikembangkan,” tegasnya.

Ia menambahkan Gerakan Keling Kumang selama ini fokus pada pengembangan sosial budaya serta adat istiadat masyarakat Dayak. Melalui festival tersebut, pihaknya ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya modern dan berpendidikan, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap budaya leluhur.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui stan UMKM yang diisi anggota CU Keling Kumang dari berbagai daerah.

“Stan-stan yang ada ini memberi kesempatan masyarakat belajar berwirausaha dan memperkenalkan produk mereka,” katanya.

Hilarius berharap kawasan Taman Kelempiau dapat berkembang menjadi pusat budaya dan adat Iban yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, promosi dan pengelolaan yang baik akan memberikan dampak ekonomi bagi anggota CU Keling Kumang dan masyarakat sekitar lokasi festival.

“Mudah-mudahan Keling Kumang Festival semakin berkualitas, semakin nasional bahkan go international,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jembatan Garuda Jadi Penopang Akses Pertanian dan Ekonomi Pedesaan PPU

PDF đź“„PENAJAM PASER UTARA – Akses warga menuju lahan pertanian dan pusat kegiatan ekonomi di …

Bantuan Bibit hingga Pemeriksaan Kesehatan Warnai Kunjungan Bupati Karo

PDF đź“„KARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kecamatan Kutabuluh melalui …

Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Berlangsung Lancar hingga Malam Hari

PDF đź“„BANGLI – Sebanyak 106 jenazah mengikuti rangkaian Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan yang digelar secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *