LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan penguatan ekonomi desa melalui program hilirisasi pertanian dengan menyiapkan 500 unit dryer (alat pengering hasil panen) hingga 2028. Program ini menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan desa pada penjualan bahan mentah sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di tingkat lokal.
Kebijakan tersebut disampaikan dalam momentum pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih Lampung periode 2026–2031 di Balai Keratun. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa desa harus naik kelas menjadi pusat produksi sekaligus pengolahan hasil pertanian.
“Proses pascapanen seperti pengeringan padi dan jagung harus dilakukan di desa agar nilai tambah tetap dinikmati masyarakat lokal,” ujar Mirza saat pelantikan DPD Apdesi Merah Putih Provinsi Lampung sebagaimana dilansir Radar Lampung, Selasa, (05/05/2026).
Selain penyediaan dryer, Pemprov Lampung juga menyiapkan program pupuk organik cair (POC) gratis untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat rantai produksi dari hulu hingga hilir, sehingga desa tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku.
Menurut Gubernur Lampung, hilirisasi merupakan kunci utama kemandirian ekonomi desa. Ia menilai desa perlu bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru yang mampu mengolah hasil pertanian secara mandiri.
Ia juga menekankan peran kepala desa sebagai motor penggerak inovasi di tingkat lokal. “Kepala desa harus inovatif dan mampu menghadirkan solusi. Mereka adalah ujung tombak pelayanan publik,” tegasnya.
Pemprov Lampung turut mendorong integrasi program hilirisasi desa dengan agenda nasional seperti program makan bergizi gratis, agar desa memiliki peran strategis dalam penyediaan bahan pangan sekaligus penguatan ekonomi komunitas.
Di sisi lain, Ketua DPP Apdesi Merah Putih, Asep Anwar Sadat, menyebut organisasi tersebut akan menjadi wadah penguatan aspirasi desa dan penghubung kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Sementara Ketua DPD Apdesi Merah Putih Lampung, Lekat Dulah Adi Putra, menyatakan komitmennya melalui gerakan “Desaku Maju” untuk mendukung percepatan hilirisasi di tingkat desa.
Program ini diharapkan menjadi titik awal transformasi ekonomi desa di Lampung agar tidak hanya bergantung pada sektor primer, tetapi juga mampu mengembangkan industri pengolahan skala lokal yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara