KEBUMEN – Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen (Kebumen), Jawa Tengah, berhasil mengubah potensi wisata alam menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) melalui pengelolaan destinasi river tubing yang kini menjadi penggerak ekonomi lokal.
Pengembangan wisata Rahayu River Tubing yang berada di bawah Waduk Wadaslintang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat. Tercatat sekitar 60 hingga 70 tenaga kerja lokal terlibat dalam operasional, termasuk pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bekerja paruh waktu.
Kepala Desa (Kades) Rahayu, Paiman, menyebutkan bahwa dampak ekonomi dari wisata tersebut cukup signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
“Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp 400 juta, dan kami optimistis bisa menyentuh angka Rp 500 juta seiring meningkatnya fasilitas,” terang Paiman sebagaimana dilansir Suara Baru, Jumat, (02/05/2026).
Selain peningkatan ekonomi, pengembangan wisata juga mendorong perubahan citra Desa Rahayu yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah terpencil menjadi destinasi unggulan di Kebumen. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Kebumen yang dihadiri sekitar 56 perwakilan kelompok sadar wisata.
Ketua FK Pokdarwis Kebumen, Taufiq Hidayat, menilai keberadaan wisata tersebut menjadi pintu pengenalan desa ke masyarakat luas.
“Jika tidak ada river tubing, mungkin masyarakat luas belum mengenal Desa Rahayu dan Sendangdalem. Kami sangat mendukung program pemerintah untuk terus memajukan pariwisata daerah,” kata Taufiq.
Namun, pengembangan wisata masih menghadapi kendala akses infrastruktur, khususnya jalan sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem dengan Rahayu yang belum beraspal.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengapresiasi capaian tersebut dan mendorong peningkatan kualitas layanan wisata.
“Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp 1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung,” ujar Lilis.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan fasilitas pendukung seperti kuliner di kawasan wisata untuk memperkuat daya tarik dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur dan promosi digital agar mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara