Edukasi Lintas Generasi, UT Bangun Kesadaran Bencana di Desa Sekumur

ACEH TAMIANG Upaya penguatan ketangguhan desa terhadap bencana dan peningkatan sanitasi masyarakat di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, kembali mendapat perhatian melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) yang menyasar edukasi lintas generasi serta penguatan infrastruktur layanan publik pada Jumat (03/04/2026).

Program bertajuk “Penguatan Literasi Mitigasi Bencana dan Ketahanan Sanitasi melalui Pendekatan Multi-Grade Lintas Generasi” tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga evaluasi langsung kondisi fasilitas vital desa, termasuk Puskesmas Pembantu (Pustu), Kantor Datok Penghulu, dan Masjid Baitul Makmur sebagai pusat edukasi masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Mudayat dan melibatkan tim lintas disiplin dari Universitas Terbuka (UT), yakni Andayani (pakar kurikulum), Tepati Hak Kewajiban (pakar media pembelajaran), Ichwan (pakar pendidikan kewarganegaraan), Elang Krisnadi (pakar pendidikan), mahasiswa UT Muhammad Adji Baihaqi, serta perwakilan UT Aceh yaitu Daud dan Putri.

Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kesiapsiagaan desa menghadapi potensi bencana sekaligus peningkatan kualitas sanitasi berbasis rekomendasi akademik. Tim melakukan peninjauan infrastruktur, asesmen fasilitas layanan publik, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat lintas usia.

Mudyat menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan dampak nyata di wilayah terpencil. “Kami tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi membawa ilmu melalui para pakar kurikulum, media pembelajaran, dan pendidikan. Harapan kami, literasi mitigasi dan sanitasi ini menjadi budaya baru di Desa Sekumur yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya kepada Serambi Indonesia, Sabtu (02/05/2026).

Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan terhadap risiko bencana yang kerap dipengaruhi kondisi geografis wilayah setempat. “Kami hadir di Desa Sekumur untuk memastikan bahwa literasi mitigasi bencana dan ketahanan sanitasi menjadi bagian dari ketangguhan warga desa dalam menghadapi tantangan geografis yang ada,” tegas Mudyat.

Selain asesmen teknis, tim juga menggelar edukasi berbasis komunitas di Masjid Baitul Makmur dengan pendekatan lintas generasi untuk memperkuat kesadaran kolektif terkait kesiapsiagaan bencana dan pola hidup bersih.

Melalui program ini, Universitas Terbuka (UT) berharap Desa Sekumur dapat berkembang menjadi model desa tangguh bencana di wilayah Aceh Tamiang, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi visi UT dalam memperluas dampak pendidikan tinggi yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga aksi nyata di lapangan yang berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Bioflok KDMP Kamolan Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

PDF 📄BLORA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai memperkuat …

Aci Sang Hyang Grodog Jadi Penjaga Identitas Budaya Pulau Lembongan

PDF 📄KLUNGKUNG – Masyarakat Desa Adat Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, terus menjaga …

Perayaan Desa Pemenang Barat Tak Sekadar Hiburan, Ada Pesan Kebersamaan

PDF 📄LOMBOK UTARA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *