BOGOR – Upaya percepatan pemulihan pascabanjir di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor (Bogor), dilakukan melalui aksi gotong royong aparat kepolisian bersama warga dengan fokus pembersihan rumah dan lingkungan terdampak, Jumat (1/5/2026).
Banjir yang terjadi pada Kamis (30/4/2026) sore akibat meluapnya aliran Kali Pesanggrahan menyebabkan puluhan rumah warga terdampak dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sedikitnya 84 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter, serta tiga rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, jembatan penghubung antar rukun tetangga (RT) di rukun warga (RW) 04 dilaporkan terputus akibat derasnya arus air.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukaraja, Ade Rahmat, mengatakan keterlibatan aparat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa banjir yang terjadi ini cukup parah berdampak terhadap pemukiman, maka dari itu kami hadir untuk membantu meringankan beban mereka,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tribunnews Bogor, Jumat, (01/05/2026).
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong menjadi langkah awal dalam memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas warga. Selain membersihkan material sisa banjir, aparat juga membantu mengevakuasi barang milik warga.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari seiring masih tingginya intensitas hujan.
“Tadi juga kami mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu siaga terutama saat sore dan malam hari, karena intensitas hujan saat ini masih cukup tinggi,” katanya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bogor dalam menjalankan program kepolisian yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Diharapkan, kolaborasi antara aparat dan warga dapat mempercepat pemulihan serta meminimalkan dampak lanjutan dari bencana serupa di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara