Krisis Pendidikan Jabar, Desa Jadi Garda Depan Kembalikan Siswa

BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mendorong langkah jemput bola untuk menekan angka putus sekolah yang mencapai 106.196 anak, dengan melibatkan kepala desa dan aparat pendidikan agar langsung mendatangi rumah warga terdampak.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan pendekatan administratif tidak lagi cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia meminta pendataan ulang sekaligus intervensi langsung di lapangan guna memastikan anak-anak kembali mengakses pendidikan.

“Kami akan mendata anak tidak sekolah lalu mereka akan didatangi oleh aparat terkait mulai dari kepala desa, Dinas Pendidikan hingga pengawas sekolah untuk didorong kembali bersekolah,” ujarnya sebagaimana diberitakan Tvonenews, Kamis, (30/04/2026).

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan Jabar menjadi provinsi dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi di Indonesia. Kondisi ini mendorong Pemprov Jabar mengambil langkah konkret melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan di lapangan untuk memahami hambatan yang dihadapi tiap keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun akses pendidikan.

Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai alternatif bagi siswa yang terkendala akses fisik ke sekolah.

“Ke depan akan dilakukan pemetaan dan pendataan untuk memastikan implementasi PJJ berjalan efektif,” terangnya.

Dedi menegaskan faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi alasan anak berhenti sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, menjamin akses pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Masalah anak tidak sekolah terutama di pendidikan dasar menjadi perhatian utama kami. Solusinya adalah memastikan sekolah gratis bagi masyarakat tidak mampu baik di sekolah negeri maupun swasta,” kata dia.

Dengan kombinasi pendekatan jemput bola, penguatan data, serta dukungan kebijakan pendidikan gratis, Pemprov Jabar optimistis angka putus sekolah dapat ditekan dalam waktu dekat sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan hingga ke desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kerusakan Pipa PDAM Jadi Perhatian, TNI dan Warga Bergotong Royong

PDF đź“„PROBOLINGGO – Upaya menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat mendorong warga Desa Patalan, …

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, Warga Palok Bergotong Royong Percepat Pembangunan

PDF đź“„GAYO LUES – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo …

Demi Kelancaran Hasil Bumi, Warga Medono Cor Jalan Rusak Secara Swadaya

PDF đź“„WONOSOBO – Puluhan warga Desa Medono bersama Paguyuban Sopir Kaliwiro-Wadaslintang bergotong royong memperbaiki ruas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *