PURWOKERTO – Sebanyak 25 desa terbaik peserta Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 akan memperoleh pendampingan lanjutan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pendampingan difokuskan pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), tata kelola pemerintahan desa, pengembangan ekonomi lokal, hingga digitalisasi layanan publik.
Program tersebut diperkenalkan melalui Inaugurasi Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (23/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tema Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan, atau dalam bahasa Indonesia Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Kepemimpinan Berpusat pada Manusia dalam Membangun Ekosistem Desa Masa Depan yang Berdaya dan Berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed, Elly Tugiyanti, mengatakan Program Desa BRILian merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mempercepat pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Menurutnya, pendampingan yang diberikan akan mengedepankan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan hasil riset agar desa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Noor Farid, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi desa melalui pelaksanaan tridarma. Kolaborasi bersama pemerintah dan sektor usaha diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan BUMDes, mendorong digitalisasi layanan desa, serta meningkatkan daya saing desa agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan Portal Purwokerto, Jumat (24/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara