Pemerintah Satukan Kampus dan Desa, Riset Tak Lagi Berhenti di Teori

JAKARTA – Pemerintah pusat memperkuat arah pembangunan desa berbasis inovasi dengan menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) guna memastikan hasil riset perguruan tinggi dapat langsung diterapkan di masyarakat desa.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan riil di desa, khususnya dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sebagai solusi pembangunan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar riset tidak berhenti di lingkungan kampus. “Nota kesepahaman ini menjadi langkah penting agar riset dan inovasi tidak berhenti di kampus, tetapi hadir sebagai solusi bagi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara, Kamis, (30/04/2026).

Ia menjelaskan kerja sama tersebut difokuskan pada tiga agenda utama, yakni penguatan sumber daya manusia desa, hilirisasi inovasi, serta pengembangan desa binaan sebagai ruang implementasi teknologi.

Pada aspek penguatan sumber daya manusia, program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemuda desa melalui pengembangan kompetensi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, hilirisasi inovasi difokuskan pada penerapan teknologi tepat guna di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, ekonomi lokal, hingga pendidikan.

Selain itu, pengembangan desa binaan didorong sebagai living laboratory bagi perguruan tinggi, sehingga inovasi tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga diterapkan langsung sesuai kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi ini kami arahkan bukan sekadar kerja sama antarlembaga, tetapi langkah konkret menghadirkan inovasi yang relevan, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa,” kata Fauzan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menambahkan bahwa desa kini menjadi pusat pertumbuhan baru dalam pembangunan nasional. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset sangat penting dalam menghadirkan inovasi yang tepat sasaran.

Kedua kementerian sepakat bahwa penguatan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pemerataan ekonomi nasional yang dimulai dari desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Rantai Pasok Barang Subsidi Jadi Kendala Operasional Kopdes

PDF đź“„JAKARTA – Kelancaran distribusi barang bersubsidi menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan dalam …

Dedikasi Dewi Selama 15 Tahun Dampingi Nasabah Mikro BRI

PDF đź“„LAMPUNG SELATAN – Pendampingan langsung kepada pelaku usaha mikro menjadi bagian dari upaya Dewi …

Dari 300 Ribu Jadi 1 Juta, Rembang Uji Metode Tanam PM-AAS

PDF đź“„REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana memperluas penerapan metode tanam padi Pertanian Modern …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *