GUNUNGKIDUL – Pemerintah daerah memperkuat evaluasi pengembangan desa wisata berbasis budaya melalui monitoring dan evaluasi program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Desa Wisata Watugendong, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menitikberatkan pada efektivitas penggunaan anggaran serta kesiapan desa dalam mencapai status mandiri secara ekonomi dan budaya.
Monitoring tersebut melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Panewu Kapanewon Ngawen, pendamping desa, serta Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Beji. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana sekaligus mendorong penguatan sektor wisata desa.
Desa Wisata Watugendong sendiri dikenal dengan konsep camping ground yang memanfaatkan lanskap alam asri sebagai daya tarik utama. Kawasan ini menjadi destinasi bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata luar ruang, mulai dari kegiatan berkemah hingga edukasi berbasis alam.
Pada 2026, program BKK mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta untuk pengembangan kawasan tersebut. Dana ini difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana, penataan area wisata, perbaikan aksesibilitas, serta penguatan fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dalam kegiatan itu, perwakilan Panewu Ngawen melalui unsur Jawatan Kemakmuran menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan desa wisata.
“Penguatan kapasitas pengelolaan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, pelayanan, maupun inovasi program wisata. Dengan pengelolaan yang baik, potensi yang ada di Watugendong akan semakin berkembang dan mampu bersaing dengan destinasi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pariwisata DIY menegaskan bahwa program BKK rintisan desa mandiri budaya merupakan strategi untuk mendorong kemandirian desa sekaligus menjaga nilai budaya lokal. Evaluasi ini juga bertujuan memastikan program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagaimana dilansir Surya, Kamis, (23/04/2026).
Pemkal Beji bersama masyarakat setempat turut berperan aktif dalam pengelolaan desa wisata. Partisipasi warga dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program serta memastikan dampak ekonomi dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui evaluasi ini, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi tantangan sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang lebih efektif. Desa Wisata Watugendong ditargetkan menjadi destinasi unggulan sekaligus model desa mandiri budaya di DIY. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara