96 Koperasi Desa di Barito Utara Siap Go Digital

BARITO UTARA – Upaya modernisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai dipercepat melalui program digitalisasi. Sebanyak 96 koperasi disiapkan untuk beralih dari sistem konvensional menuju pengelolaan berbasis teknologi guna meningkatkan transparansi dan daya saing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakertranskop UKM) Barito Utara Mastur menegaskan, perubahan ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi informasi.

“Koperasi tidak lagi bisa dikelola secara konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dengan sistem digital guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kualitas pelayanan kepada anggota dan masyarakat,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Rabu (22/04/2026).

Program digitalisasi tersebut disosialisasikan melalui pelatihan yang digelar di Muara Teweh pada 21–23 April 2026. Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari berbagai koperasi desa, dengan materi mencakup pencatatan keuangan digital, manajemen data anggota berbasis aplikasi, hingga pemasaran melalui platform digital.

Saat ini, pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih di Barito Utara telah mencapai 100 persen dengan total 96 unit. Dari jumlah itu, 41 koperasi telah memiliki kesiapan lahan, sementara 55 lainnya masih dalam proses. Selain itu, 19 koperasi sedang menjalani pembangunan fisik berupa gerai dan gudang.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan 30 koperasi dapat diselesaikan hingga Juli 2026, sejalan dengan agenda nasional pembentukan 35.000 koperasi desa/kelurahan yang direncanakan diluncurkan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Target ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam membangun koperasi yang kuat dan mandiri,” tambah Mastur.

Bupati Barito Utara yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara Muhlis menyatakan digitalisasi merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian ekonomi desa, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan hilirisasi produk lokal.

“Digitalisasi menjadi harga mati. Amanat besar negara tidak akan tercapai jika koperasi masih dikelola secara tradisional,” katanya.

Selain meningkatkan efisiensi administrasi, digitalisasi juga dinilai mampu meminimalisir potensi penyimpangan karena seluruh proses pencatatan dapat dipantau secara terbuka oleh anggota koperasi.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan ini dapat mempercepat operasional koperasi, memperluas jaringan usaha, serta membuka peluang pasar hingga tingkat nasional.

Ke depan, koperasi desa di Barito Utara diharapkan tidak hanya menjadi lembaga ekonomi formal, tetapi juga motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Program Dana Desa Warnasari Fokus Pangan, Ratusan Warga Jadi Penerima

PDF đź“„KABUPATEN SUKABUMI – Program ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa di Desa Warnasari, …

Sulsel Percepat Transformasi Layanan Kesehatan hingga Desa Lewat ILP

PDF đź“„MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis …

Rp33,2 Miliar untuk Desa, Program TMMD Digeber Serentak

PDF đź“„SRAGEN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *