JAKARTA – Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa kembali diperkuat melalui ajang Corporate Social Responsibility (CSR) & PDB Awards 2026 yang menitikberatkan pada kontribusi nyata perusahaan dalam mewujudkan desa mandiri di Indonesia.
Kegiatan yang digelar bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) ini menjadi instrumen evaluasi sekaligus apresiasi terhadap program CSR perusahaan yang dinilai selaras dengan agenda strategis nasional, termasuk asta cita menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum (Ketum) Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), Sudarmanto, menyampaikan pihaknya akan meningkatkan standar penilaian program yang diajukan perusahaan agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat desa.
“Ini menjadi penilaian pembeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sekarang kami mengutamakan pada program-program yang mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto,” papar Sudarmanto di Kemendes PDT, Kalibata Jakarta, Selasa (21/04/2026).
Ia menegaskan bahwa ISSF ingin memastikan pemanfaatan dana CSR benar-benar menjawab tantangan strategis nasional dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan desa.
“Diharapkan dapat mewujudkan desa mandiri yang terus meluas dan semakin banyak di berbagai pelosok tanah air,” kata dia.
Sejak pertama kali digelar pada 2022, jumlah partisipasi perusahaan dalam ajang ini terus meningkat, dari 66 perusahaan menjadi 131 perusahaan pada 2025. Sementara itu, jumlah program unggulan yang diajukan juga naik signifikan dari 92 menjadi 137 program.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa melalui program CSR.
“Kami berterima kasih kepada BUMN dan dunia usaha yang telah salurkan CSR dengan tepat sasaran dan memberi dampak,” jelasnya, sebagaimana diberitakan Jpnn, Rabu (22/04/2026).
Menurutnya, berbagai program CSR telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa, mulai dari pengembangan desa tematik, pemberdayaan ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana, hingga penyediaan air bersih dan penguatan sumber daya manusia.
Yandri juga mengimbau perusahaan milik negara dan swasta untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap desa, mengingat masih banyak potensi yang dapat dikembangkan secara kolaboratif.
“Untuk saat ini, masih banyak desa yang memiliki potensi seperti Desa Ekspor, Desa Tematik, dan Desa Ketahanan Iklim yang berpotensi untuk digarap bersama,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi lintas sektor, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap pemangku kepentingan memiliki peran aktif dalam membina dan mengembangkan desa di seluruh Indonesia. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara