REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengubah pendekatan promosi pariwisata daerah dengan menjadikan olahraga sepeda gunung sebagai pintu masuk pengembangan destinasi wisata hutan kota di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, melalui ajang Urban Mountain Bike (MTB) 2026 yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Langkah ini menjadi strategi baru Pemkab Rejang Lebong dalam memperkuat konsep sport tourism atau wisata berbasis olahraga yang memadukan aktivitas fisik, eksplorasi alam, dan promosi destinasi lokal agar lebih dikenal di tingkat regional hingga nasional. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Hutan Kota Imbo Rajo Penjenjang Bumei yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang wisata terbuka.
Bupati Rejang Lebong Hendri Praja menegaskan bahwa event Urban MTB 2026 tidak sekadar kompetisi olahraga, melainkan sarana memperkenalkan potensi alam daerah secara lebih luas sebagaimana diwartakan Koran Jakarta, Senin (20/04/2026). “Kegiatan ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi wisata Rejang Lebong melalui sport tourism atau wisata berbasis olahraga yakni balap sepeda,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Rejang Lebong tersebut berlangsung selama dua hari, 18–19 April 2026, dengan rangkaian agenda mulai dari balap sepeda gunung, aktivitas berkemah, hingga berbagai kegiatan pendukung wisata alam. Konsep ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman wisata berbasis petualangan bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi kawasan hutan kota.
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan menyampaikan bahwa Urban MTB 2026 menjadi langkah awal penguatan destinasi wisata berbasis olahraga di daerah tersebut. Ia menyebutkan sekitar 200 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, berasal dari berbagai wilayah seperti Lubuklinggau, Lahat, Jambi, Kota Bengkulu, Kepahiang, Lebong, hingga tuan rumah Rejang Lebong.
Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku usaha kecil yang berada di sekitar kawasan wisata. Pemkab Rejang Lebong berharap pengembangan Hutan Kota Duku Ulu dapat menjadi magnet baru pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas lokal.
Dengan konsep sport tourism, pemerintah daerah menilai potensi hutan kota tidak hanya terbatas pada fungsi konservasi, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi wisata yang produktif dan berkelanjutan. Ke depan, model ini diharapkan dapat direplikasi di kawasan lain di Rejang Lebong sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara