Empat Desa di Batola Catat Nol Stunting, Ini Rahasianya

BARITO KUALA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menunjukkan hasil signifikan setelah empat desa berhasil mencatatkan status nol kasus stunting selama tiga bulan berturut-turut. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa intervensi kesehatan berbasis desa mulai berjalan efektif dan terukur.

Pemerintah Kabupaten Batola melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Batola memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil mempertahankan kondisi tersebut dalam kegiatan Apresiasi Desa Peduli Stunting di Balai Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kamis (16/4). Program ini menegaskan bahwa penanganan stunting kini tidak hanya berfokus pada intervensi medis, tetapi juga penguatan peran komunitas di tingkat desa.

Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, dalam sambutan yang mewakili Bupati Batola, menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan stunting bukan hasil kerja satu pihak, melainkan kolaborasi lintas sektor. “Ini bukan hanya soal capaian atau penghargaan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi. Mulai dari keluarga, desa, hingga pemerintah pusat harus bergerak bersama,” tegasnya sebagaimana diwartakan Nusantara.co, Kamis, (16/4/2026).

Kepala DP2KBP3A Batola, Azizah Sri Widari, menyebut capaian nol stunting selama Oktober hingga Desember 2025 di empat desa tersebut merupakan hasil kerja konsisten antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa data tersebut bukan sekadar angka administratif, melainkan refleksi perubahan perilaku dan kesadaran gizi di tingkat keluarga.

Desa Panca Karya menjadi salah satu sorotan karena berhasil mempertahankan nol stunting lebih dari satu tahun. Kondisi ini dinilai sebagai bukti bahwa pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat mampu menciptakan dampak jangka panjang dibanding intervensi sesaat.

Empat desa penerima apresiasi tersebut meliputi Desa Panca Karya (Kecamatan Alalak), Desa Karang Buah dan Desa Karang Dukuh (Kecamatan Belawang), serta Desa Bandar Karya (Kecamatan Tabukan). Masing-masing desa menerima sertifikat dan insentif sebesar Rp5 juta sebagai bentuk dukungan untuk mempertahankan capaian tersebut.

Pemerintah Kabupaten Batola menegaskan bahwa keberhasilan ini akan dijadikan model replikasi bagi desa lain dalam upaya percepatan penurunan stunting secara menyeluruh. Fokus kebijakan ke depan diarahkan pada penguatan edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko, serta optimalisasi dana desa untuk program kesehatan dasar.

Dengan capaian ini, Batola menempatkan desa sebagai garda terdepan pembangunan manusia, sekaligus menunjukkan bahwa isu stunting dapat ditekan melalui konsistensi program dan keterlibatan aktif masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Wisata Gunungkidul Didorong Naik Level Lewat Konservasi Burung

PDF đź“„KULON PROGO – Transformasi desa wisata berbasis konservasi di wilayah Kalurahan Kemiri dan Kalurahan …

Wae Mapos Manggarai Timur Jadi Wisata Kesehatan Andalan Desa

PDF đź“„MANGGARAI TIMUR – Pemerintah dan pelaku wisata lokal mendorong pengembangan destinasi kesehatan berbasis alam …

Omzet Rp722 Juta, Desa Lerep Tunjukkan Kemandirian Ekonomi

PDF đź“„KABUPATEN SEMARANG – Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat mencatat capaian signifikan sepanjang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *