Operator Desa Jadi Kunci Layanan Kependudukan Modern

BONE BOLANGO Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango mendorong percepatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital hingga tingkat desa melalui pelatihan operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), yang diikuti ratusan peserta dari desa dan kelurahan.

Sebanyak 165 operator dari 160 desa dan lima kelurahan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bone Bolango di Grand Q Hotel Gorontalo, Rabu (15/4/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran desa sebagai garda terdepan pelayanan administrasi.

Bupati Bone Bolango Ismet Mile menegaskan bahwa administrasi yang kuat menjadi fondasi utama pelayanan publik yang efektif dan akuntabel. “Semua urusan negara berbasis administrasi. Kalau administrasi kuat, maka pelayanan juga akan kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem berbasis digital melalui SIAK diharapkan mampu meminimalkan hambatan birokrasi sekaligus mempercepat layanan kepada masyarakat. Menurutnya, kelemahan administrasi berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, sehingga perlu diperkuat hingga level desa. “Administrasi yang lemah akan membuka celah masalah. Karena itu harus diperkuat dari level paling bawah, yaitu desa,” tegasnya.

Ismet juga menekankan pentingnya implementasi hasil pelatihan dalam pelayanan sehari-hari agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Harus ada perubahan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bone Bolango Oktavianus Rahman menjelaskan bahwa keberadaan operator di desa akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil. “Dengan adanya operator di desa, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil. Semua bisa diurus dari desa, lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Ia menyebut, pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis pengoperasian sistem berbasis teknologi agar operator dapat bekerja secara mandiri dan profesional. Selain itu, integrasi data antarinstansi juga menjadi perhatian utama, mengingat data kependudukan digunakan sebagai basis berbagai program pemerintah. “Mulai dari layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga pemutakhiran data pemilih, semuanya harus berbasis data Dukcapil yang valid,” jelasnya.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Sosial, serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna memastikan sinkronisasi data berjalan optimal di berbagai sektor.

Melalui penguatan kapasitas operator desa dan pemanfaatan teknologi digital, Pemkab Bone Bolango menargetkan pelayanan administrasi kependudukan menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi hingga ke pelosok desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dua Desa Jadi Pelopor, 20 Desa Banjar Bakal Menyusul

PDF đź“„BANJAR – Program Desa Anti Maladministrasi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tidak hanya diarahkan …

12 Botol Arak Bali Disita Polisi dari Toko Kelontong Malang

PDF đź“„MALANG – Patroli keamanan di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berujung pada …

KDMP Berdiri di Lahan Pertanian, Polda Jateng Angkat Bicara

PDF đź“„SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menempatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *