LEBAK – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak masih berjalan lambat akibat kendala lahan, meski program tersebut ditargetkan rampung di ratusan titik sebagai upaya penguatan ekonomi desa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengungkapkan dari total 344 titik pembangunan, baru 32 gedung yang telah selesai sepenuhnya.
“Untuk yang sudah 100 persen selesai pembangunan gedung atau gudang KDMP sebanyak 32 titik,” ujar Imam.
Ia menjelaskan, mayoritas proyek masih berada pada tahap pengerjaan. Sebanyak 56 titik telah mencapai progres di atas 60 persen, sementara 152 titik lainnya masih di bawah 60 persen.
Di sisi lain, terdapat 104 titik yang belum memulai pembangunan sama sekali. Kondisi ini disebabkan keterbatasan lahan di sejumlah desa, baik karena tidak memiliki aset tanah maupun luas lahan yang tidak mencukupi.
“Ada 104 titik yang masih 0 persen karena terkendala lahan. Kami masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat terkait penanganan desa yang tidak memiliki aset atau lahannya kurang memadai,” jelasnya.
Menurut Imam, lebih dari 30 persen desa di Lebak menghadapi persoalan serupa. Hal ini menjadi tantangan serius dalam percepatan pembangunan KDMP yang diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa.
Pemerintah daerah berharap adanya solusi kebijakan dari pemerintah pusat agar hambatan tersebut dapat segera teratasi, sehingga pembangunan koperasi desa bisa berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara