Dari Energi ke Lingkungan, PLN Semarang Ubah Wajah Desa

SEMARANG – Transformasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di kawasan pesisir dan desa sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok mengantarkan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada April 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas upaya perusahaan yang dinilai melampaui standar kepatuhan lingkungan, tidak hanya dalam operasional pembangkit, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar, termasuk desa-desa binaan.

Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, F. Erwin Putranto, menegaskan bahwa tantangan industri energi saat ini telah bergeser dari sekadar menjaga pasokan listrik menjadi tanggung jawab yang lebih luas terhadap lingkungan dan sosial. “Sekarang ukurannya bukan hanya listrik harus menyala, tapi bagaimana prosesnya juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Di tingkat operasional, perusahaan melakukan pengelolaan limbah secara lebih sistematis serta menekan emisi melalui optimalisasi kinerja pembangkit. Selain itu, program konservasi pesisir turut dijalankan untuk memulihkan ekosistem yang terdampak aktivitas industri.

Pendekatan tersebut juga diperluas ke wilayah desa melalui program KEMBANG DESA yang diterapkan di Desa Ngesrepbalong. Program ini mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan dengan mengembangkan potensi lokal berbasis wisata edukasi.

Di desa tersebut, komoditas kopi tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Aktivitas bird watching atau pengamatan burung juga diperkenalkan sebagai bagian dari konservasi keanekaragaman hayati.

“Mantan buruh petik teh hingga eks pemburu satwa kini justru menjadi bagian dari ekosistem baru yang menjaga alam sekaligus memperoleh penghasilan,” katanya.

Selain itu, pengelolaan sampah dilakukan melalui pembentukan bank sampah di tingkat masyarakat. Limbah polyvinyl chloride (PVC) yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini diolah menjadi biopori untuk meningkatkan daya resap air di lingkungan sekitar.

Penghargaan PROPER Hijau yang diterima di Taman Mini Indonesia Indah menjadi indikator capaian atas berbagai program tersebut. Namun demikian, perusahaan menilai bahwa konsistensi dalam menjaga lingkungan tetap menjadi tantangan utama, terutama di tengah sorotan terhadap dampak industri pembangkit listrik.

“Ke depan, PLN menargetkan penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), seiring dorongan pemerintah menuju energi yang lebih bersih,” imbuhnya.

Transformasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan perubahan berkelanjutan di tingkat lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

167 Bangunan Terbakar, Pemulihan Desa Adat Sade Mulai Disiapkan

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Kementerian Kebudayaan menyiapkan tiga pilar pemulihan untuk menghidupkan kembali Desa Adat …

90 Pengurus KDKMP Belajar Bisnis Pertanian hingga Digital

PDF đź“„BANDUNG – Program magang bagi pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diarahkan …

Kebakaran Sade, Pemerintah Siapkan Restorasi Berbasis Budaya

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan masyarakat mulai mendorong restorasi Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *