UU Kepariwisataan Baru Dorong Diplomasi Budaya Indonesia

SRAGEN DESA NUSANTARA DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna pada Kamis (02/10/2025). Pengesahan regulasi baru ini mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku industri wisata, termasuk anggota Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Soloraya serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sragen.

Anggota Asita Soloraya, Tangguh Mursita Aji, menilai bahwa perubahan ini membawa angin segar bagi masa depan pariwisata nasional. Salah satu poin penting yang disambut baik ialah penguatan promosi pariwisata berbasis budaya sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

“Langkah tersebut penting untuk memperkuat citra bangsa, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis komunitas,” ujar Aji, Jumat (03/10/2025).

Ia menambahkan, penguatan regulasi ini akan semakin mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi kegiatan wisata agar destinasi menjadi lebih menarik dan kompetitif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri merupakan kunci agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga alat diplomasi budaya yang efektif di tingkat global.

Aji mengaku mengikuti langsung pembahasan RUU Kepariwisataan di Komisi X DPR. Ia menilai konsep community based tourism atau pariwisata berbasis komunitas bukanlah hal baru, terutama karena model ini telah lama berhasil diterapkan di Bali.

“Saya secara pribadi pernah menerapkan konsep community based tourism itu. Alhamdulillah sampai saat ini destinasi dan atraksi wisata masih tetap berjalan di Sragen, seperti di Pasar Bahulak, Plupuh,” ungkapnya.

Menurutnya, Sragen memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat jika didukung kebijakan yang out of the box. Dengan pengesahan UU baru ini, pelaku wisata diharapkan semakin terdorong untuk berinovasi, menjaga nilai-nilai lokal, dan menghadirkan pariwisata yang inklusif serta berkelanjutan.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Akses Vital Warga Terancam Putus, Masyarakat Maros Patungan Tambal Jembatan

PDF đź“„MAROS – Warga Dusun Kampala, Desa Bonto Matene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan …

Sawah Nujau Hijau Dorong Warga Kembali Bertani Setelah Lama Terbengkalai

PDF đź“„BELITUNG TIMUR – Agrowisata Sawah Nujau Hijau di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung …

Potensi Berbeda, Desa Wisata Didorong Bangun Paket Wisata Bersama

PDF đź“„SEMARANG – Desa Wisata Diminta Saling Menguatkan untuk Dorong Pariwisata Berkelanjutan Pengembangan desa wisata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *