Energi Surya dan Mikrohidro Ubah Wajah Pertanian Subak Sembung

Pemanfaatan tenaga surya dan mikrohidro melalui teknologi SIUMA membantu 185 petani Subak Sembung meningkatkan efisiensi pertanian sekaligus mengembangkan usaha pengolahan beras dan agrowisata dengan pendapatan kelompok lebih dari Rp585 juta per tahun.

DENPASAR – Penggunaan energi bersih di sektor pertanian mulai memberikan dampak ekonomi berlapis bagi masyarakat Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali. Melalui sistem irigasi berbasis tenaga surya dan mikrohidro, sebanyak 185 petani kini mengelola lahan seluas 10,26 hektare dengan dukungan teknologi hemat energi yang turut mengembangkan usaha pengolahan beras dan agrowisata. Ekosistem tersebut menghasilkan pendapatan kelompok lebih dari Rp585 juta per tahun dan memberikan manfaat finansial kepada lebih dari 400 warga.

Model pengembangan pertanian terintegrasi itu diterapkan melalui Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA), sebuah inovasi yang menggabungkan energi surya, mikrohidro, dan sensor kelembapan tanah. Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan distribusi air sesuai kebutuhan lahan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap sumber energi konvensional.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, Wayan Sukadana, mengatakan SIUMA menjadi jawaban atas persoalan keterbatasan air yang sebelumnya kerap menghambat kegiatan pertanian, terutama ketika musim kemarau ekstrem.

Sebelum teknologi tersebut diterapkan, petani menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi persawahan. Kini, kombinasi kincir air mikrohidro dan panel surya membantu memastikan distribusi air berlangsung lebih efisien dan sesuai kebutuhan tanaman.

Pekaseh Subak Sembung, I Made Darayasa, juga merasakan manfaat penerapan teknologi tersebut, terutama dalam pengurangan beban biaya operasional pertanian. Efisiensi energi menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan aktivitas petani di kawasan tersebut.

Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) tidak hanya terbatas pada pengairan sawah. Penggunaan teknologi ramah lingkungan turut diterapkan dalam pengolahan lahan yang sebelumnya mengandalkan traktor berbahan bakar diesel. Kini, petani mulai menggunakan traktor listrik dengan baterai isi ulang yang memanfaatkan pasokan energi bersih secara mandiri.

Penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui dukungan PT Pertamina (Persero) dalam program Desa Energi Berdikari (DEB). Perusahaan tersebut menyerahkan bantuan mesin penggiling padi elektrik berkapasitas 200 kilogram per jam untuk mendukung kegiatan pascapanen.

Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat pengolahan beras premium varietas Mentik Susu, salah satu komoditas unggulan setempat yang memiliki nilai jual tinggi. Beras ini dikenal memiliki kandungan serat tinggi dan indeks glikemik rendah sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk pertanian bernilai ekonomi.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pengembangan energi bersih juga mendukung kegiatan pariwisata. Kawasan Subak Sembung dilengkapi jalur jogging sepanjang 2,4 kilometer serta 43 titik penerangan otomatis yang terintegrasi dengan SIUMA.

Kombinasi kegiatan pertanian, pengolahan hasil panen, dan agrowisata tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi di luar kegiatan bercocok tanam.

Keberhasilan pengembangan kawasan ini turut menarik perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang melakukan kunjungan ke DEB Uma Palak Lestari.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyebut model pemberdayaan masyarakat berbasis EBT tersebut memiliki potensi untuk diterapkan di wilayah lain. Bahkan, delegasi Timor Leste secara khusus menunjukkan ketertarikan terhadap model pengembangan energi mandiri tersebut, sebagaimana diberitakan Infokini, Minggu (01/11/2026).

Secara nasional, Pertamina telah mengembangkan 310 titik DEB di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 desa telah mencapai status mandiri.

Pengembangan Subak Sembung memperlihatkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi penggerak ekonomi perdesaan melalui penguatan produksi pangan, efisiensi biaya pertanian, dan diversifikasi usaha masyarakat. Ke depan, keberhasilan model Uma Palak Lestari diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun pertanian produktif sekaligus mendorong kemandirian energi. []

Rdaksi 01

About redaksi01

Check Also

UNIPA dan PNK Garap Potensi Hortikultura serta Nira Lontar Desa Wairbleler

PDF 📄UNIPA dan PNK mengembangkan teknologi pengolahan serta fermentasi hortikultura dan nira lontar di Desa …

Edyson Rafra Minta Pemkab Mimika Dampingi BUMDes

PDF 📄BUMDes Mawokauw Jaya di Mimika belum berjalan optimal akibat lemahnya tata kelola dan ketidakaktifan …

Yandri Dorong Limbah Desa Diolah Jadi Energi Alternatif

PDF 📄Mendes PDT Yandri Susanto mendorong PLN EPI dan BUM Desa memperluas pengolahan limbah menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *