TRENGGALEK – Sebanyak 157 desa kreatif di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan potensi sumber daya manusia, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat desa dinilai dapat membuka peluang usaha sekaligus memperluas sumber pendapatan warga.
Dorongan tersebut disampaikan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Novita Hardini ketika berdialog dengan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Anjungan Cerdas Bendungan Tugu, Trenggalek, Sabtu (31/10/2026), sebagaimana dilansir Antara pada Sabtu (31/10/2026) pukul 19.47 WIB.
Menurut Novita, pengembangan desa kreatif perlu bertumpu pada kemampuan masyarakat dalam mengolah potensi yang dimiliki wilayah masing-masing. Berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, generasi muda hingga masyarakat lanjut usia, dinilai mempunyai kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif.
“Kita punya banyak sekali talenta, baik di usia muda, anak-anak, maupun usia senja. Masyarakat Trenggalek memiliki banyak potensi yang perlu digerakkan melalui ekosistem ekonomi kreatif,” katanya.
Ia menilai, pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan tidak cukup hanya mengandalkan potensi pariwisata. Diperlukan keterhubungan antara sektor pendidikan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomi.
Trenggalek sendiri memiliki sejumlah desa wisata yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Namun, popularitas destinasi wisata tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan keterlibatan masyarakat setempat dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
Novita menekankan bahwa warga yang tinggal di sekitar destinasi wisata harus memperoleh kesempatan untuk berperan sebagai pelaku usaha, bukan sekadar menjadi penonton. Pengembangan produk lokal dan berbagai layanan kreatif menjadi salah satu cara agar aktivitas pariwisata turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Selain mengoptimalkan sektor pariwisata, penguatan desa kreatif juga perlu dimulai melalui dunia pendidikan. Novita mendorong pengenalan ekonomi kreatif sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Sejumlah bidang yang dapat diperkenalkan kepada peserta didik meliputi pembuatan konten digital, kuliner, perfilman, dan fotografi. Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan generasi muda sekaligus memberikan alternatif pilihan profesi di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga menyoroti potensi permainan digital atau gim yang selama ini banyak diminati anak-anak. Menurutnya, ketertarikan tersebut dapat diarahkan menjadi keterampilan produktif apabila memperoleh pendampingan yang tepat dari orang tua.
Dengan demikian, aktivitas yang semula hanya menjadi sarana hiburan berpeluang berkembang menjadi kegiatan kreatif yang menghasilkan karya maupun pendapatan.
Pengembangan 157 desa kreatif tersebut diharapkan mampu membangun keterhubungan antara masyarakat, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan potensi lokal sehingga desa tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi pusat lahirnya kreativitas dan peluang usaha baru.
Melalui penguatan ekosistem tersebut, Trenggalek diharapkan dapat memperluas basis perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia di setiap desa. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara