BRIN Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah hingga Tingkat Desa

BRIN diminta berkolaborasi dengan Kemdiktisaintek dan perguruan tinggi untuk menerapkan teknologi pengolahan sampah dari skala rumah tangga hingga perkotaan, sebagai tindak lanjut arahan Presiden.

JAKARTA DESA NUSANTARA  – Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah hingga tingkat rumah tangga dan desa menjadi prioritas pemerintah dalam mempercepat penanganan persoalan lingkungan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk membawa hasil riset dan teknologi pengolahan sampah agar dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, Presiden memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah dan mengarahkan agar penanganannya tidak berlarut-larut. Salah satu langkah yang didorong ialah memperluas penerapan teknologi sesuai kebutuhan dan skala wilayah, mulai dari rumah tangga, desa, kecamatan, hingga perkotaan.

“Presiden sangat memperhatikan agar ini cepat diselesaikan, karena sampah juga menjadi masalah di banyak negara berkembang,” ujar Arif, Selasa (27/10/2026), sebagaimana diberitakan Parade.

Untuk menjalankan arahan tersebut, BRIN diminta menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) guna menggerakkan perguruan tinggi agar terlibat dalam penerapan teknologi pengolahan sampah di desa. Teknologi yang akan dimanfaatkan berasal dari pengembangan BRIN bersama sejumlah perguruan tinggi.

“Presiden mengarahkan agar teknologi skala rumah tangga dan desa segera diterapkan,” katanya.

Arif menjelaskan, peran BRIN dalam program tersebut bukan memproduksi perangkat pengolahan sampah secara massal. Lembaga riset itu bertugas mengembangkan prototipe teknologi, sedangkan penerapan dan pemanfaatannya perlu didorong melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar hasil penelitian dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami hanya membuat prototipe. Namun kami ingin memastikan prototipe yang kami buat memberi manfaat dan bisa dipakai masyarakat, agar gerakan yang diminta Presiden benar-benar berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Ragam teknologi yang disiapkan memungkinkan penanganan sampah disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik wilayah. Pendekatan berjenjang tersebut diharapkan membuka peluang pengolahan sampah sejak dari sumbernya, sehingga beban penanganan di tingkat kawasan dan perkotaan dapat dikurangi.

Kolaborasi BRIN, Kemdiktisaintek, dan perguruan tinggi menjadi faktor penting untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan lapangan. Dengan penerapan yang tepat, teknologi tidak berhenti sebagai prototipe di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung penyelesaian persoalan sampah di masyarakat. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Werdha Sasmita Getakan Konsisten Dorong Lansia Tetap Aktif dan Sehat

PDF đź“„Kelompok Lansia Werdha Sasmita Desa Getakan menggelar senam rutin di Balai Banjar Adat Getakan …

Limbah Pasar Diolah Jadi Pupuk, Panen Petani Diklaim Naik 40 Persen

PDF đź“„Astra memberikan penghargaan kepada lima inovator muda dan empat Desa Sejahtera Astra melalui SATU …

Dedi Mulyadi Tinjau Pilkades Digital, 295 Calon Bersaing di Sumedang

PDF đź“„Sebanyak 279.437 pemilih di 92 desa Kabupaten Sumedang mengikuti Pilkades ElDigi dengan mekanisme pemungutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *