Pemkab HSS membekali 250 kepala desa dan pengurus BUMDes agar mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
HULU SUNGAI SELATAN DESA NUSANTARAÂ – Keberagaman bentang alam Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dinilai dapat menjadi dasar pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena itu, pemerintah daerah mendorong pengelola BUMDes menggali potensi khas setiap desa agar unit usaha yang dibangun sesuai kebutuhan dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas pengurus BUMDes yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSS di Pendopo Bupati HSS, Kandangan, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti 250 peserta yang terdiri atas seluruh kepala desa dan pengurus BUMDes se-HSS.
Bupati HSS Syafrudin Noor menilai karakteristik wilayah yang berbeda-beda membutuhkan pendekatan usaha yang tidak seragam. Wilayah pegunungan, dataran, hingga rawa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara kreatif.
“HSS memiliki topografi yang unik dan beragam, mulai dari kawasan pegunungan, dataran, hingga wilayah rawa. Potensi ini harus disiasati melalui inovasi yang kreatif agar tepat dan efisien,” imbau Syafrudin Noor.
Ia mengingatkan, keberhasilan BUMDes tidak semestinya hanya diukur dari keuntungan usaha. Keberadaan badan usaha desa juga harus membuka ruang keterlibatan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Aparat desa pun harus benar-benar bisa bekerja sama dengan pengurus dalam hal pembinaan,” pesannya.
Syafrudin mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun BUMDes secara profesional agar memperoleh kepercayaan masyarakat. Pengelolaan yang baik diharapkan membuat badan usaha desa mampu berkembang sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMD PPPA) HSS, M Taufiqurrahman, mengatakan bimtek tersebut dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan aparatur desa serta pengelola BUMDes.
“Tujuannya mendorong inovasi dengan melahirkan unit usaha BUMDes yang berbasis pada kearifan lokal dan potensi riil desa, meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam pelaporan keuangan BUMDes, serta mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Materi kegiatan disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Agus Fariady, serta Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Aminah.
Sebagaimana diberitakan Kalimantan Post, Jumat, (30/10/2026), penguatan kapasitas pengurus BUMDes menjadi salah satu upaya Pemkab HSS mendorong usaha desa agar lebih inovatif, transparan, dan akuntabel.
Dengan pengembangan usaha yang bertumpu pada potensi wilayah masing-masing, BUMDes diharapkan tidak sekadar menjadi badan usaha, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi, memperluas keterlibatan warga, dan memperkuat kemandirian desa di HSS. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara