Novita Hardini mendorong aktivasi desa kreatif di 157 desa Trenggalek melalui penguatan UMKM, pelibatan generasi muda, pendampingan usaha, dan dukungan infrastruktur.
TRENGGALEK, DESA NUSANTARA – Sebanyak 157 desa di Kabupaten Trenggalek ditargetkan mengembangkan potensi ekonomi berbasis kreativitas untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Program aktivasi desa kreatif yang didorong anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan (dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, itu menyasar penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelibatan generasi muda dalam berbagai bidang kreatif.
Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam kegiatan Pelatihan Aktivasi Desa Kreatif melalui Pengembangan Ruang Kreatif di Desa Wisata Jajar Gumregah, Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Rabu (28/10/2026). Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi khas setiap desa agar memiliki nilai ekonomi.
“Kita harus menemukan rumus baru perekonomian. Salah satunya melalui pendekatan kreatif, apa pun bidangnya. Jika kita tidak kreatif, masyarakat yang akan dirugikan karena kehilangan peluang untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Novita, sebagaimana diberitakan PDI Perjuangan Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).
Menurut Novita, pengembangan ekonomi kreatif perlu diarahkan agar masyarakat desa tidak hanya menjadi pemilik potensi lokal, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi karya, produk, dan usaha yang menjangkau pasar lebih luas. Pendekatan ini dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Trenggalek sudah memiliki fondasi di bidang seni pertunjukan. Sekarang kita perlu memperluas ruang kreativitas agar anak muda dan pelaku UMKM di desa bisa mengembangkan potensi, menciptakan peluang usaha, dan memperoleh sumber pendapatan baru,” ujarnya.
Trenggalek telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia pada subsektor seni pertunjukan. Modal tersebut ingin diperluas melalui pengembangan berbagai bidang, mulai dari seni musik dan seni peran hingga gim atau gaming. Dengan demikian, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan aktivitas kreatif menjadi peluang usaha.
Namun, perluasan desa kreatif membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Novita menekankan pentingnya pendampingan, akses permodalan, dan perluasan pasar bagi pelaku UMKM. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diperlukan agar program tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Selain mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata, Novita menyampaikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa, termasuk pemasangan lampu penerangan jalan. Ia menyebut proposal pembangunan yang diajukan pemerintah kabupaten telah mendapat persetujuan Badan Anggaran, dengan nilai dukungan sekitar Rp70 miliar hingga Rp80 miliar pada tahun ini.
Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan usaha dan potensi kreatif masyarakat. Fasilitas yang memadai dinilai dapat mendukung aktivitas warga serta menciptakan lingkungan yang lebih menunjang pertumbuhan kegiatan ekonomi.
Melalui target aktivasi di 157 desa, pengembangan ekonomi kreatif di Trenggalek diharapkan tidak hanya memperluas ruang berkarya bagi generasi muda, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. []
Redaksi 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara