Distransnaker Kutim menyiapkan konsolidasi data dari program pemagangan, pelatihan, dan penempatan kerja untuk mengukur pencapaian target 50.000 pekerja dalam lima tahun.
ADVERTORIAL – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan konsolidasi data penyerapan tenaga kerja untuk mengukur pencapaian target 50.000 pekerja dalam lima tahun. Langkah ini dilakukan karena jumlah tenaga kerja yang telah terserap melalui berbagai program pemerintah daerah dan kerja sama dengan perusahaan belum terhimpun secara menyeluruh.
Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Sulisman, mengakui pihaknya masih perlu mengumpulkan laporan dari sejumlah bidang terkait sebelum dapat memastikan perkembangan realisasi target tersebut.
Pendataan akan mencakup berbagai kegiatan ketenagakerjaan, mulai dari program pemagangan, kerja sama pelatihan dengan perusahaan pertambangan, hingga penempatan tenaga kerja melalui Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK).
“Nah ini belum sempat kami diskusikan dengan bidang terkait ini. Nanti memang harus kami kumpulkan data-data dari bidang ya. Baik dari yang proses pemagangan, apprentice, kerja sama, kemudian penyerapan dari bidang PPKK juga ada kan di bidang penempatan dan perluasan kesempatan kerja. Nah nanti kami rangkum di situ nanti berapa jumlah yang sudah terserap,” jelasnya.
Konsolidasi data tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program penyerapan tenaga kerja yang dicanangkan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Pemerintah daerah menargetkan sebanyak 50.000 tenaga kerja dapat terserap selama lima tahun, dengan rata-rata kebutuhan penyerapan mencapai 10.000 orang setiap tahun.
Meski demikian, Sulisman menjelaskan bahwa pencapaian target tahunan tidak harus berlangsung secara merata. Kekurangan penyerapan tenaga kerja pada satu tahun masih berpeluang diimbangi dengan peningkatan jumlah pekerja yang terserap pada tahun berikutnya.
“Ya kami sih berharap kalau pun tidak bisa dipenuhi dalam setiap tahun 10.000, artinya dalam tahun berikutnya mungkin melebihi dari 10.000 seperti itu. Artinya dalam 5 tahun mudah-mudahan insyaallah tercapai 50.000 sesuai program Pak Bupati,” kata Sulisman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).
Selain membenahi pendataan, Distransnaker Kutim mengharapkan pertumbuhan investasi dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Salah satu peluang yang menjadi perhatian ialah rencana pengembangan kegiatan industri di kawasan Maloy pada 2027.
Masuknya perusahaan baru, termasuk yang bergerak di bidang industri kimia, diperkirakan dapat meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Namun, besarnya kontribusi investasi tersebut terhadap target penyerapan pekerja masih bergantung pada realisasi kegiatan industri dan kebutuhan karyawan masing-masing perusahaan.
“Apalagi tahun depan itu kan ada banyak perusahaan yang baru buka juga ya atau masuk, kemudian yang chemical itu kan di Maloy. Harapan kami itu bisa menambah banyak permintaan tenaga kerja nanti atau karyawan di situ,” pungkas Sulisman.
Peluang penambahan lapangan kerja melalui investasi juga sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kompetensi pekerja lokal. Penguatan keterampilan menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat memiliki kesempatan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.
Sebelumnya, Bupati Kutim menegaskan bahwa target penyerapan 50.000 pekerja perlu didukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing sumber daya manusia lokal. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan pelatihan kerja melalui lembaga pelatihan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Dengan konsolidasi data yang lebih terarah, Distransnaker Kutim diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan penyerapan tenaga kerja sekaligus mengidentifikasi program yang memerlukan penguatan. Keakuratan pendataan dan realisasi investasi akan menjadi faktor penting dalam menilai kemajuan pencapaian target 50.000 pekerja serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kutim. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara