Tiga Desa di Kubu Raya Jadi Garda Awal Cegah Karhutla

Tiga desa di Kubu Raya menjadi sasaran penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena aktivitas pertanian serta keberadaan lahan gambut membuat deteksi dan penanganan dini semakin penting.

KUBU RAYA – Tiga desa di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (Kubu Raya), Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi sasaran penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kepolisian mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat pada Jumat (25/9/2026).

Ketiga desa tersebut adalah Desa Kuala Dua, Desa Arang Limbung, dan Desa Limbung. Wilayah itu memiliki aktivitas pertanian dan kawasan lahan gambut yang membuat masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah munculnya titik api.

Pencegahan di tingkat desa diarahkan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas. Warga diingatkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api di kawasan gambut dapat menyebar dan sulit dikendalikan.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya Rensa Sastika Akta Divia Robinson melalui Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Ade mengatakan pencegahan harus dimulai dari tingkat desa dengan memperkuat komunikasi antara petugas dan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas terus melakukan sosialisasi secara intensif kepada warga di desa binaannya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang banyak terdapat lahan gambut dan dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian,” kata Ade dalam keterangan tertulis, Jumat sore.

Sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Sabtu, (26/09/2026), warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas ke kawasan di sekitarnya.

Keterlibatan masyarakat diperkuat melalui pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok tersebut bersama warga setempat diharapkan ikut melakukan pemantauan dan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“MPA dan masyarakat setempat perlu diberdayakan bersama Damkar perusahaan apabila terjadi Karhutla. Dengan keterlibatan seluruh unsur di tingkat desa, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak berkembang dan meluas,” ujar Ade.

Kepolisian juga meminta Bhabinkamtibmas mempertahankan sosialisasi secara intensif di desa binaan masing-masing. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan perlu dilakukan sebelum api muncul dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi desa yang memiliki lahan gambut dan berada dekat dengan permukiman. Satu titik api yang terlambat diketahui dapat berkembang ke lahan di sekitarnya hingga mendekati kawasan tempat tinggal warga.

Karena itu, pencegahan di tiga desa tersebut melibatkan warga, MPA, perangkat desa, dan unsur pemadam kebakaran. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat respons apabila karhutla terjadi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

68 Desa Kekurangan Air, BPBD Banyumas Salurkan 4 Juta Liter

PDF đź“„Puluhan desa di Banyumas menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat setelah kekeringan meluas …

Koperasi Desa Jadi Penggerak Usaha Nelayan Sinjai

PDF đź“„Integrasi koperasi dengan kampung nelayan di Tongke-Tongke diarahkan untuk memperluas akses permodalan, menyerap hasil …

Tata Kelola Desa Jadi Fokus Penguatan Abpednas

PDF đź“„Tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan, dan pembangunan dari tingkat desa didorong semakin kuat melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *