Dewan Pendidikan Polman Dorong Literasi Masuk Desa

POLEWALI MANDAR – Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 didorong menjadi awal gerakan literasi yang menjangkau kecamatan, desa, sekolah, hingga keluarga, bukan sekadar kegiatan seremonial tingkat kabupaten. Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar mengusulkan Road Show Literasi Kecamatan untuk memperluas kegiatan sekaligus memetakan kondisi literasi di setiap wilayah.

Gagasan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Muha. Sukri, dalam Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar di Area Sport Center Polewali, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sukri, keberlanjutan festival dapat diwujudkan dengan menghadirkan kegiatan literasi lebih dekat ke masyarakat. Program tersebut dirancang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, guru, siswa, pemuda, komunitas literasi, dan masyarakat.

“Festival literasi jangan berhenti sebagai sebuah kegiatan. Festival harus menjadi titik awal untuk menyalakan gerakan literasi sampai ke kecamatan, desa dan sekolah,” kata Muha. Sukri.

Sebagaimana diberitakan Inewspolman, Kamis, (17/09/2026), Road Show Literasi Kecamatan nantinya dapat digunakan untuk melihat kondisi literasi secara langsung di setiap wilayah. Pemetaan tidak hanya mencakup kebiasaan membaca, tetapi juga keberadaan perpustakaan, pojok baca, kegiatan literasi sekolah, komunitas literasi, serta potensi lokal yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

Dewan Pendidikan juga mendorong keterlibatan komunitas dan penggiat literasi yang telah menjalankan kegiatan di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut antara lain dapat melibatkan Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar) untuk memperluas jangkauan gerakan literasi.

Berbagai kegiatan dapat dikembangkan dalam kolaborasi tersebut, seperti dialog literasi, kelas inspirasi, bedah buku, literasi digital, pelatihan penulisan, mendongeng, pameran karya siswa, serta pengembangan literasi yang bertumpu pada budaya dan potensi ekonomi masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Zubair mengatakan pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di luar sekolah. Menurut dia, sekolah, keluarga, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, komunitas, dan masyarakat perlu berada dalam satu ekosistem.

“Budaya literasi tidak mungkin dibangun hanya oleh sekolah. Diperlukan ekosistem yang mempertemukan sekolah, keluarga, desa, pemerintah kecamatan, komunitas dan masyarakat,” ujarnya kepada awak media Festival Literasi di Area Sport Center Polewali Mandar

Zubair mengatakan setiap kecamatan dapat mengembangkan gerakan literasi berdasarkan karakter dan potensi wilayah masing-masing. Potensi tersebut mencakup pertanian, kakao, budaya Mandar, lingkungan, literasi digital, kewirausahaan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Pendekatan berbasis potensi lokal tersebut dapat membuat kegiatan literasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat dan peserta didik juga dapat diarahkan untuk memahami kondisi lingkungan serta menghasilkan karya yang berkaitan dengan daerahnya.

“Anak-anak tidak cukup hanya diajak membaca buku. Mereka harus diajak membaca lingkungan, membaca perubahan zaman, membaca potensi daerah dan kemudian mengubah pengetahuan itu menjadi karya,” kata Zubair.

Dalam pengembangan gerakan tersebut, Dewan Pendidikan menempatkan diri sebagai penghubung antara masyarakat pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Peran itu mencakup penghimpunan aspirasi, pengkajian persoalan pendidikan, pembangunan kolaborasi, pemantauan program, serta pemberian rekomendasi untuk memperkuat kebijakan pendidikan dan literasi.

Dengan adanya gagasan Road Show Literasi Kecamatan, rangkaian Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 diharapkan dapat diteruskan setelah kegiatan festival berakhir. Gerakan tersebut diarahkan bergerak dari tingkat kabupaten ke kecamatan, desa, sekolah, dan lingkungan keluarga.

Perluasan gerakan itu juga memperkuat pemahaman bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengenali potensi lingkungan, menghasilkan karya, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan.

Semangat tersebut dirangkum dalam gagasan “Dari membaca menuju berkarya, dari berkarya menuju berdaya.” Kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, media, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga gerakan literasi tetap berjalan dan berkembang di Polewali Mandar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pilkades Ciamis 2026 Gunakan Tablet di TPS

PDF đź“„CIAMIS – Sebanyak 40 desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan …

Desa di Banyuwangi Diminta Maksimalkan Potensi untuk Atasi Sampah

PDF đź“„BANYUWANGI – Seluruh desa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, didorong memperkuat pengelolaan sampah dari …

Menteri PU Siapkan Perbaikan Jembatan Kuning di Aceh Tenggara

PDF đź“„ACEH TENGGARA – Pemerintah pusat menyiapkan perbaikan Jembatan Kuning di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *