INDRAMAYU – Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mendapat dukungan pembangunan sekitar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat setelah meraih juara pertama lomba desa tingkat Kabupaten Indramayu. Dukungan tersebut menjadi tambahan dorongan bagi pemerintah desa untuk mempercepat pembangunan sekaligus mengembangkan sejumlah program di bidang pertanian, kesehatan, lingkungan, dan pariwisata.
Kepala Desa (Kades) Krasak Khairul Isma Arif mengatakan bantuan tersebut diperoleh setelah dirinya bersama kepala desa peraih juara pertama dari kabupaten/kota se-Jawa Barat menghadiri undangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Dedi Mulyadi untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para kepala desa yang meraih prestasi di daerah masing-masing. Arif mengatakan dirinya baru pertama kali mendapat undangan langsung dalam kegiatan tersebut.
“Diundang langsung Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi) ini pengalaman pertama bagi saya. Jadi saat itu semua juara-juara 1 kabupaten/kota se-Jawa Barat diundang. Ya intinya sih beliau mau berterima kasih karena sudah berprestasi,” kata Arif kepada Kompas.com sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (17/09/2026).
Dalam pertemuan itu, Dedi juga menanyakan kebutuhan pembangunan yang masih diperlukan Desa Krasak. Arif kemudian menyampaikan keinginannya agar desa tersebut memiliki gerbang atau gapura yang lebih baik.
“Terus Beliau juga nanya mau apa nih, ada yang jalannya belum beres? Ada yang mau gapura yang bagus enggak? Kan gitu. Nah, terus saya juga ngomong, pengen Pak punya gapura yang bagus,” kata Arif.
Dukungan pembangunan tersebut dinilai dapat membantu desa mempercepat sejumlah agenda pembangunan. Arif menegaskan, upaya membangun desa tetap menjadi tanggung jawabnya, terlepas dari ada atau tidaknya perlombaan desa.
“Dapat hadiah pembangunan itu saya mewakili warga sangat berterima kasih sekali, Mas. Karena sangat membantu percepatan pembangunan di desa,” kata Arif.
Prestasi Desa Krasak sebelumnya ditopang berbagai program yang dijalankan pemerintah desa. Di sektor pertanian, desa tersebut mengembangkan pertanian organik serta pengendalian hama lalat buah pada komoditas mangga Gedong Gincu yang menjadi salah satu produk unggulannya.
Program desa juga mencakup perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) serta upaya mempertahankan kebudayaan setempat. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari penilaian yang mengantarkan Desa Krasak meraih juara pertama lomba desa tingkat Kabupaten Indramayu.
Selain melanjutkan program yang telah berjalan, Pemerintah Desa (Pemdes) Krasak menyiapkan program baru untuk menangani persoalan kebersihan. Desa tersebut merancang pembentukan tim khusus bernama Cyber Sampah yang akan menangani sampah liar dan perawatan lingkungan secara rutin.
“Cyber sampah ini mirip-mirip pasukan kuning provinsi tuh. Jadi nanti baik rumput maupun sampah liar setiap hari itu ada yang nyapunya, ada yang motongin rumput, yang nyangkulin rumput, biar Desa Krasak jadi bersih, indah,” ucap Arif.
Bidang kesehatan juga menjadi salah satu perhatian Pemdes Krasak. Arif menyebut jumlah penderita kusta di desa tersebut sebelumnya mencapai 13 orang. Setelah dilakukan pendampingan dan pembiayaan pengobatan, jumlah penderita yang masih menjalani perawatan disebut tersisa satu orang.
Program tersebut dijalankan dengan dukungan anggaran desa serta kerja sama dengan organisasi nonpemerintah (non-governmental organization/NGO).
“Dulu kasus kusta di tempat kami mencapai 13 penderita. Alhamdulillah, dengan pendampingan dan support anggaran APBD Desa, saat ini tinggal 1 penderita. Ini membuktikan bahwa kusta bisa disembuhkan asalkan penanganannya rutin dan penderitanya telaten,” ucap Arif.
Di sisi lain, Pemdes Krasak memiliki rencana jangka panjang untuk mengembangkan potensi persawahan dan perkebunan menjadi kawasan desa wisata. Konsep tersebut diarahkan agar sektor pertanian tidak hanya menghasilkan pendapatan ketika musim panen, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata sepanjang tahun.
“Ini mimpi jangka panjang kami mewujudkan Desa Krasak menjadi desa wisata. Potensinya ada pada lahan persawahan dan perkebunan. Rencananya kami ingin dibangun jembatan track penghubung antar-saung di tengah sawah, dilengkapi saung joglo hingga kolam renang di area persawahan,” ujarnya.
“Tapi memang untuk ke sana butuh anggaran besar, namun itu menjadi target mimpi besar kami ke depan,” kata Arif.
Rencana tersebut menunjukkan arah pengembangan Desa Krasak yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sektor pertanian, kesehatan, kebersihan lingkungan, kebudayaan, dan potensi wisata. Pemdes Krasak masih perlu menyiapkan pembiayaan serta tahapan pembangunan agar berbagai rencana tersebut dapat direalisasikan.
Arif menilai pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat turut menambah motivasinya untuk melanjutkan pembangunan desa. Setelah meraih prestasi di tingkat kabupaten, Desa Krasak juga menargetkan capaian yang lebih tinggi pada tingkat provinsi hingga nasional.
“Usai bertemu pak KDM, ini juga jadi motivasi untuk saya lebih semangat lagi membangun Desa Krasak,” kata Arif.
Dengan tambahan dukungan pembangunan dan berbagai program yang telah berjalan, Desa Krasak kini berupaya mempertahankan capaian yang diraih sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat. Penguatan sektor pertanian, penanganan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pengembangan potensi wisata menjadi bagian dari agenda desa ke depan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara