2.379 Rumah Terdampak Gempa Sigi Masuk Data Bantuan Tahap Ketiga

SIGI – Ketepatan data menjadi salah satu penentu penyaluran bantuan tahap ketiga bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi mencatat sebanyak 2.379 rumah di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki telah masuk dalam daftar penerima berdasarkan hasil verifikasi lapangan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.881 rumah masuk kategori rusak ringan, 429 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Sebelum daftar tersebut ditetapkan, BPBD Sigi harus menyelesaikan persoalan administrasi kependudukan dan pencatatan koordinat rumah agar bantuan tidak salah sasaran.

Kepala Bidang Bencana (Kabid Bencana) BPBD Sigi Ahmad Yani mengatakan proses verifikasi menghadapi persoalan karena sebagian warga kehilangan dokumen identitas ketika bencana terjadi. Selain itu, sejumlah warga tidak berada di tempat ketika petugas melakukan pemeriksaan lapangan.

“Jadi banyak warga terdampak yang kehilangan KTP dan Kartu Keluarga (KK) saat bencana terjadi, termasuk sebagian warga tidak berada di lokasi saat tim Dinas Pemukiman melakukan verifikasi lapangan,” kata Ahmad Yani di Dolo, Selasa, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (15/09/2026).

Persoalan administrasi tersebut turut diperumit kondisi jaringan telekomunikasi di sejumlah lokasi. Lemahnya sinyal menyebabkan proses penentuan titik koordinat rumah mengalami gangguan sehingga pencatatan penerima bantuan membutuhkan pemeriksaan kembali.

“Akibat kondisi itu menyebabkan sistem pencatatan merekam dua kepala keluarga pada satu titik koordinat yang sama,” ucapnya.

Untuk memperbaiki data, BPBD Sigi melibatkan pemerintah kecamatan, kepala desa, dan Inspektorat. Masing-masing pihak diberi batas waktu untuk menyelesaikan kekurangan data sebelum daftar penerima bantuan ditetapkan.

“Kendala sinyal dan koordinat ganda relatif mudah diatasi. Untuk dokumen NIK dan KK yang belum lengkap, kami berkoordinasi dengan pemerintah desa agar segera dipenuhi sebelum penetapan Surat Keputusan (SK),” sebutnya.

Keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting karena kelengkapan data penerima harus disesuaikan dengan kondisi warga di lapangan. Perbaikan tersebut juga diperlukan untuk memastikan identitas penerima dan lokasi rumah yang terdampak tercatat secara tepat.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, 2.379 rumah yang masuk tahap ketiga terdiri atas tiga tingkat kerusakan. Rumah dengan kerusakan ringan dan sedang menjadi bagian dari daftar bantuan perbaikan, sedangkan rumah yang mengalami kerusakan berat mendapat penanganan berbeda sesuai kebutuhan.

Selain pendataan tahap ketiga, penanganan hunian warga terdampak juga terus berjalan. Sebanyak 50 unit hunian sementara (huntara) pada tahap pertama telah selesai dikerjakan, sementara pembangunan tahap kedua mencakup 129 unit untuk warga di Palolo dan Nokilalaki.

Data yang telah diperbaiki selanjutnya menjadi dasar untuk proses penetapan bantuan. Dengan pembenahan dokumen kependudukan, koordinat rumah, serta verifikasi berlapis, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan bagi warga terdampak gempa dapat diberikan sesuai kondisi dan lokasi penerima. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Skema Kopdes Diperjelas, Agrinas Hanya Dua Tahun

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah memperjelas skema pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dengan menegaskan aset …

Tapin Punya 63 Desa Maju dan 63 Desa Mandiri

PDF 📄RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan hasil Indeks Desa 2026 sebagai dasar untuk memetakan …

1.269 Kampung Nelayan Dibangun 2026, Anggaran Capai Rp10 Triliun

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *