Desa Bunar Panen Buah, Warga Raup Penghasilan Tambahan

BOGOR – Musim panen buah lokal membuka sumber penghasilan tambahan bagi warga Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Selain petani yang memperoleh pendapatan dari hasil kebun, melimpahnya cempedak, manggis, dan durian turut menciptakan peluang bagi warga untuk berdagang secara musiman.

Kepala Desa (Kades) Bunar Jajat Sudrajat mengatakan aktivitas pertanian dan perkebunan menjadi bagian penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Selain menanam padi, warga memanfaatkan lahan untuk menghasilkan berbagai komoditas buah yang memiliki nilai ekonomi ketika memasuki masa panen.

Salah satu pola yang didorong adalah pemanfaatan lahan secara tumpang sari. Cara tersebut memungkinkan petani mengoptimalkan lahan dengan lebih dari satu komoditas sehingga sumber pendapatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Dengan memanfaatkan lahan seperti tumpang sari sebagai penggerak ekonomi bagi petani secara berkesinambungan,” kata Jajat kepada Jurnal Bogor, Kamis (10/9/2026), sebagaimana diberitakan Narasitoday, Sabtu, (12/09/2026).

Menurut Jajat, hasil perkebunan warga mulai menarik pengepul ketika musim buah tiba. Transaksi dilakukan langsung dengan petani dalam jumlah besar sehingga hasil panen dapat segera masuk ke rantai perdagangan.

“Sekitar 30 hektare lahan masyarakat Desa Bunar yang berpenghasilan dari buah lokal,” ujarnya.

Aktivitas tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik lahan. Meningkatnya pasokan buah juga mendatangkan pembeli ke kawasan desa dan menciptakan ruang usaha bagi masyarakat yang memilih berjualan selama musim panen.

Mulyana, salah seorang pedagang musiman asal Desa Bunar, mengatakan musim buah menjadi kesempatan bagi warga untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tingginya aktivitas jual beli membuat masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan berdagang buah lokal.

“Manfaat datangnya musim buah bagi saya merupakan suatu keberkahan. Momen tersebut membuat saya dan masyarakat lainnya bisa berdagang,” kata Mulyana.

Menurut Mulyana, kegiatan perdagangan buah lokal kembali meningkat setiap kali musim panen datang. Kondisi tersebut membuat musim buah menjadi salah satu momen yang ditunggu masyarakat untuk memperoleh pendapatan tambahan.

“Setiap setahun sekali, masyarakat di sini banyak juga yang berdagang buah lokal,” tandasnya.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa hasil perkebunan tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi warga lain di sekitar sentra produksi. Ketika panen berlangsung, hubungan antara petani, pengepul, pembeli, dan pedagang musiman membentuk perputaran ekonomi yang lebih luas di Desa Bunar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Petani Tembakau Jember Tertekan Kemarau, Tanaman Rusak

PDF đź“„JEMBER – Penyusutan debit air irigasi selama kemarau panjang mulai menekan produksi tembakau di …

Tembakau Jombang Mahal, Petani Bidik Balik Modal dan Untung

PDF đź“„JOMBANG – Petani tembakau Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), tengah …

Air Irigasi Menurun, Petani Mojokerto Gunakan Sumur JIAT

PDF đź“„MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mengandalkan 12 sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *