JAWA TENGAH – Warga RT 04 dan RT 05 RW 01 Desa Klitih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, menjadikan malam tirakatan sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengenang jasa para leluhur menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, tersebut menjadi pelaksanaan perdana di lingkungan setempat dan mendapat antusiasme dari warga berbagai kelompok usia.
Malam tirakatan dipusatkan di lingkungan RT 04/05 RW 01 dan diikuti anak-anak, remaja, orang dewasa hingga sesepuh kampung. Selain menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menggabungkan nilai kebangsaan dan religius melalui doa bersama untuk para leluhur serta sesepuh yang telah mendahului.
Rangkaian acara diawali pembacaan Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu 17 Agustus secara bersama-sama. Suasana khidmat sekaligus hangat terlihat ketika warga mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Setelah agenda kebangsaan, warga mengikuti pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipimpin tokoh agama setempat. Prosesi tersebut menjadi sarana untuk mengenang para pendahulu yang dinilai turut berperan dalam membangun dan menjaga lingkungan RT 04/05.
Ketua RT 05, Mansur, menilai tradisi tersebut layak dipertahankan karena tidak hanya berkaitan dengan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial masyarakat. Hal itu sebagaimana diberitakan Goodnewsfromindonesia, Rabu, (26/08/2026).
“Acara seperti ini harus terus kita budayakan dan kita pertahankan. Jangan sampai hanya jadi acara sekali ini saja, tapi harus menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang peringatan kemerdekaan,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.
Sementara itu, Ketua RT 04 Teguh yang memandu jalannya kegiatan turut mengajak warga mempertahankan kerukunan dan komunikasi antartetangga. Menurutnya, momentum berkumpul seperti malam tirakatan penting untuk menjaga hubungan sosial di tengah kesibukan masyarakat sehari-hari.
“Mumpung kita masih diberi kesempatan berkumpul seperti ini, mari kita jaga terus kebersamaan dan kerukunan antartetangga. Jangan sampai kesibukan sehari-hari membuat kita lupa untuk saling menyapa dan mempererat silaturahmi,” tutur Teguh saat memandu jalannya acara.
Kebersamaan juga terlihat dari keterlibatan warga dalam menyediakan doorprize. Hadiah tersebut berasal dari iuran masyarakat dan dibagikan secara acak kepada peserta. Selain menambah kemeriahan acara, mekanisme tersebut memperlihatkan semangat gotong royong karena hasil urunan warga kembali dinikmati bersama.
Salah seorang warga, Siti, mengaku terharu mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai doa bersama dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah keluarga dan lingkungan kepada generasi muda agar mereka memahami perjuangan para pendahulu.
“Acara seperti ini bagus sekali. Anak-anak muda jadi tahu, sebelum menikmati kemerdekaan dan kenyamanan hidup sekarang, ada perjuangan para sesepuh dan leluhur kita dulu,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung hingga larut malam dalam suasana kekeluargaan. Bagi warga, pelaksanaan perdana tersebut tidak berhenti sebagai seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi diharapkan berkembang menjadi tradisi tahunan yang dapat mempertemukan masyarakat dan menjaga hubungan antartetangga.
Rangkaian peringatan kemerdekaan kemudian berlanjut dengan rencana pelaksanaan berbagai lomba pada 17 Agustus 2026. Dengan demikian, malam tirakatan menjadi salah satu titik awal kegiatan warga Desa Klitih untuk merawat semangat kebangsaan, gotong royong, dan silaturahmi di lingkungan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara