KLATEN – Tradisi Bersih Desa Pundungan tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi warga melalui kehadiran pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan yang digelar di Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University turut terlibat dalam rangkaian tradisi tersebut. Lokasi Desa Pundungan di Kecamatan Juwiring juga tercatat dalam informasi resmi Pemerintah Kabupaten Klaten.
Kegiatan pada Sabtu (11/7/2026) itu menghadirkan berbagai aktivitas warga, mulai dari penjualan kuliner khas, kebutuhan rumah tangga, dan mainan anak hingga wahana hiburan seperti rumah balon, kegiatan mewarnai, dan kolam pancing. Kehadiran berbagai lapak tersebut membuat perayaan tradisi sekaligus menjadi ruang perputaran ekonomi masyarakat.
Mahasiswa KKNT IPB University yang sedang menjalankan pengabdian di desa tersebut ikut membaur dalam kegiatan. Mereka membantu warga membawa nampan berisi hasil sedekah bumi sekaligus mendokumentasikan rangkaian kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran mengenai tradisi dan kehidupan masyarakat setempat.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPK) Desa Pundungan, Rinny Dwi Lestari, mengatakan Bersih Desa merupakan agenda rutin yang digelar setiap bulan Suro atau Muharam. Tingginya partisipasi warga membuat kegiatan tersebut dinilai memiliki manfaat sosial sekaligus ekonomi.
“Selain pertunjukan wayang, kami juga menggelar festival makanan. Tujuannya tentu untuk melariskan produk UMKM dari Desa Pundungan dan wilayah sekitarnya,” jelas Rinny sebagaimana diberitakan Goodnewsfromindonesia, Kamis, (27/08/2026).
Selain festival makanan, perayaan tersebut turut menampilkan wayang kulit yang menjadi salah satu kesenian utama dalam rangkaian acara. Desa Pundungan juga masih mempertahankan kesenian ketoprak serta tradisi kendurenan pada bulan Ruwah sebagai bagian dari keberlanjutan budaya masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam tradisi tersebut memberikan kesempatan untuk memahami hubungan antara pelestarian budaya dan kegiatan ekonomi masyarakat. Keramaian acara membuka peluang bagi warga untuk menawarkan produk sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada pengunjung.
Salah seorang warga, Sri, berharap pelaksanaan Bersih Desa tetap mempertahankan karakter budaya Jawa meskipun masyarakat terus menghadapi perubahan zaman.
“Saya berharap nuansa Jawa-nya tetap kuat dan tidak diubah menjadi terlalu modern sampai menghilangkan ciri khas tradisinya. Pertunjukan wayang ini harus terus dijaga agar anak cucu kita tetap bisa menyaksikan dan mengenal budaya mereka sendiri,” ungkapnya penuh harapan.
Pada malam puncak, pertunjukan wayang kulit mengangkat lakon Bharatayudha. Cerita tersebut menyampaikan pesan mengenai konsekuensi dari setiap perbuatan manusia dan memperlihatkan fungsi kesenian tradisional sebagai hiburan sekaligus sarana menyampaikan nilai kehidupan.
Bagi mahasiswa KKNT IPB University, keterlibatan dalam Bersih Desa menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat mempertahankan tradisi sekaligus memanfaatkannya sebagai ruang interaksi sosial dan penggerak ekonomi. Perpaduan tersebut diharapkan dapat membuat tradisi lokal tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara