BLORA – Pemanfaatan sampah dapur menjadi pupuk organik cair mulai diperkenalkan kepada warga Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, sebagai upaya mendorong peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.
Program bertajuk Eco-POC tersebut digelar Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University bersama Pemerintah Desa Sembongin di Balai Desa Sembongin pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), perempuan petani, serta ibu rumah tangga.
Sebagaimana diberitakan Goodnewsfromindonesia, Rabu (26/08/2026), program itu dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga agar sampah dari aktivitas memasak sehari-hari tidak hanya dibuang atau dibakar, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman.
Inisiatif tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan sampah di Desa Sembongin yang belum sepenuhnya memadai. Pembakaran sampah secara terbuka masih dijumpai, termasuk terhadap limbah dapur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali.
Dalam pelatihan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WIB itu, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, termasuk sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).
Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan teknis pembuatan pupuk organik cair (POC), mulai dari pemilihan bahan baku, komposisi campuran hingga proses fermentasi. Peserta juga memperoleh kesempatan mempraktikkan langsung proses pencampuran, pengadukan, hingga pengemasan POC.
Antusiasme peserta terlihat dari sejumlah pertanyaan mengenai takaran bahan dan waktu fermentasi yang tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri setelah pendampingan mahasiswa berakhir.
Bagi warga yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, keterampilan mengolah limbah dapur menjadi pupuk juga dinilai memiliki manfaat ekonomi. Pupuk yang diproduksi secara mandiri berpotensi membantu menekan pengeluaran untuk kebutuhan pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Program tersebut sekaligus memperluas pemanfaatan sampah organik dari sekadar persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang dapat mendukung kegiatan pertanian. Perempuan desa yang sehari-hari berhadapan langsung dengan aktivitas rumah tangga diharapkan dapat menjadi penggerak penerapan pengelolaan sampah dari tingkat rumah.
Tim KKN-T IPB University menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga kemampuan warga melanjutkan praktik tersebut secara mandiri. Dengan keberlanjutan di tingkat rumah tangga, Eco-POC diharapkan memberi manfaat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus produktivitas pertanian Desa Sembongin. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara